Abstract

Penyakit DBD dapat mengakibatkan kematian dalam waktu yang singkat. Sampai saat ini penyakit DBD masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang semakin meningkat jumlah penderitanya dan semakin luas penyebarannya. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pemodelan multilevel survival pada data pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi waktu kelangsungan hidup pasien DBD. Metode estimasi parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Bayesian Markov Chain Monte Carlo dengan algoritma Gibbs Sampling. Untuk mempermudah dalam melakukan analisis data, peneliti menggunakan software WinBUGS. Hasil penelitian dari 90 sampel penderita demam berdarah Dengue di RSUD Tugurejo menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap waktu kelangsungan penderita DBD adalah variabel curah hujan, jumlah pasien perbulan, jenis kelamin, kejadian pendarahan dan jumlah trombosit. Pada hasil penelitian terdapat faktor yang tidak mempengaruhi waktu kelangsungan hidup penderita DBD. Maka pada penelitian selanjutnya diharapkan untuk bisa mengembangkan metode analisis survival lain seperti, non proportional hazard, model failure, model mixture, model frailty dan model lain.