Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan siswa dalam mengimplementasikan pembelajaran prakarya dan kewirausahaan masih kurang sehingga kompetensi kewirausahaan belum bisa diterima secara menyeluruh. Adanya persaingan yang semakin ketat membutuhkan sikap pantang menyerah, kerja keras, disiplin dan kemandirian.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) perencanaan pembelajaran prakarya dan kewirausahaan dengan teaching factory, (2) pelaksanaan pembelajaran prakarya dan kewirausahaan dengan teaching factory, (3) evaluasi pembelajaran prakarya dan kewirausahaan dengan teaching factory. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk mendapatkan data yang valid digunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan; (1) perencanaan berupa silabus, Rencana Program Pembelajaran (RPP), (2) pelaksanaan meliputi; guru menyampaikan materi kerajinan dari limbah kayu, pembagian kelompok, dan siswa melakukan praktik dengan langkah-langkah; penyediaan alat dan bahan, pemotongan kayu dengan gergaji, pemasangan, pengecatan dan finishing. Evaluasi dilakukan dengan penilaian proses dan penilaian hasil kerja. Dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi masih ada kendala serta kekurangan baik dari factor internal maupun eksternal.