Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengembangkan instrumen tes diagnostik three-tier yang digunakan untuk analisis dan mengidentifikasi miskonsepsi siswa di sekolah, (2) menerapkan hasil tes sebagai dasar identifikasi faktor miskonsepsi, dan (3) merumuskan model pembelajaran remedial untuk meremediasi miskonsepsi. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian R&D dengan model 4D, yaitu define, design, develop dan disseminate. Dalam penelitian ini dilakukan sampai tahap develop. Hasil uji kelayakan instrumen menunjukkan bahwa validitas isi termasuk kategori layak dengan reliabilitas 0,58. Tingkat kesulitan tinggi untuk pertanyaan 4 dan 5 sementara yang lainnya tergolong sedang, dan nilai daya beda (D) > 0,20. Selanjutnya, ikatan kovalen menunjukkan persentase miskonsepsi yang paling tinggi (26,29%), sedangkan bentuk molekul menunjukkan persentase terkecil (8,74%). Dapat diidentifikasi bahwa faktor yang menyebabkan kesalahpahaman adalah metode pembelajaran yang tidak tepat dan konsepsi awal siswa. Hasil dari formula pembelajaran remedial untuk mengatasi miskonsepsi siswa adalah pembelajaran conceptual change. Hasil ini menunjukkan bahwa hasil analisis miskonsepsi dapat digunakan untuk mengembangkan program pembelajaran remedial yang dapat memperbaiki miskonsepsi siswa.


The consecutive aims of the research were to develop the three-tier diagnostic test instrument used for analysis and identify the students` misconception, to apply the test results for underlying the misconception factors, and to formulate remedial learning models for remediating misconceptions. The research was designed as method of R&D with 4D model, define, design, develop and disseminate. In this research is done until develop stage. The results of instrument feasibility test shows that the validity of the contents is categorized as feasible with reliability of 0.58. The difficulty level of are high for question #4 and #5 while the other classified as moderate with items discrimination value (D) > 0.20. In advance, the kovalen bond shows the highest misconception percentage (26.29%), while the molecular shape shows the smallest percentage (8.74%). It can be identified that factors causing misconceptions are inappropriate learning methods and early conceptions of students. Then, the result of remedial learning formulae for overcoming students` misconception is conceptual change learning. These results suggest that the results of misconception analysis can be used to develop a remedial learning program that can remediate students` misconceptions.