Kemampuan Koneksi Matematis pada Pembelajaran CONINCON (Constructivism, Integratif and Contextual) untuk Mengatasi Kecemasan Siswa.

Main Article Content

Azwida Rosana Maulida
Hardi Suyitno
Tri Sri Noor Asih

Abstract

Berdasarkan rendahnya kemampuan matematika di Indonesia, banyak peneliti yang mengkaji tema-tema tentang permasalahan TIMSS dan PISA, salah satunya yaitu tentang koneksi matematis. Koneksi matematis merupakan kemampuan mengaitkan ide-ide matematis. Beberapa aspek tentang kemampuan koneksi matematis yaitu (1) koneksi antar topik matematika; (2) koneksi dengan disiplin ilmu lain; (3) koneksi dengan kehidupan sehari-hari. NCTM mengemukakan walaupun matematika sering disajikan secara terpisah-pisah namun matematika bukan kumpulan yang terpisah. Ketika siswa dapat mengaitkan ide-ide matematika, mereka lebih paham dan dapat melihat matematika sebagai satu kesatuan yang utuh. Melalui koneksi matematis ini siswa dapat melihat kegunaan matematika. Dengan demikian, kemampuan ini dapat di lakukan dengan model pembelajaran CONINCON. Pembelajaran yang memadukan pendekatan konstruktivisme, integratif dan kontekstual. Diharapkan siswa dapat mengintegrasikan antar konsep ilmu matematika, dengan disiplin ilmu lain dan pada kehidupan nyata. Di lain sisi, siswa sering merasa cemas, takut dan khawatir dalam pembelajaran matematika dikarenakan siswa tersebut mengetahui bahwa ia tidak mampu mengatasi masalah dalam belajar matematika. Hal tersebut karena kecemasan tersebut dapat meningkat, bersifat subjektif pada setiap individu, dan mempengaruhi sulit atau tidaknya pemahaman. Penggunaan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan matematis, diharapkan dapat mengatasi kecemasan yang dialami siswa. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan koneksi matematis secara umum, mengetahui kemampuan koneksi matematis pada model pembelajaran CONINCON dan untuk mengetahui bahwa kemampuan koneksi matematis pada model pembelajaran CONINCON dapat mengatasi kecemasan matematis siswa.

Article Details

How to Cite
Maulida, A. R., Suyitno, H., & Noor Asih, T. S. (2019). Kemampuan Koneksi Matematis pada Pembelajaran CONINCON (Constructivism, Integratif and Contextual) untuk Mengatasi Kecemasan Siswa. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 2, 724-731. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/prisma/article/view/29259
Section
Articles

References

Anita, Ika Wahyu. 2014. Pengaruh Kecemasana Matematika (Mathematics Anxiety) terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMP. Infinity. 3(1): 125-132.
Arwinie, N. 2014. Meningkatkan Kemampuan Penalaran Dan Komunikasi Matematis Serta Self-Concept Siswa MTS Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Skripsi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Fariha, Mutia. 2013. Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Kecemasan Matematika dalam Pembelajaran dengan Pendekatan Problem Solving. Jurnal Peluang. 1 (2): 43-50.
Fedi, S., dkk. 2014. Tingkat Kecemasan dan Apresiasi Matematika Ditinjau dari Gender pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri Sekecamatan Poco Ranaka Barat, Kabupaten Manggarai Timur Tahun Ajaran 2013/2014. Jurnal Jurusan Pendidikan Matematika Ganesha. 1-12.
Lestari, P. 2011. Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMK melalui Pendekatan Pembelajaran Kontekstual. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika. Bandung: STIKIP Siliwangi.
NCTM. 1989. Curriculum and Evaluation Standards for School Mathematics. Reston, VA: NCTM.
NCTM. 2000. Principle and Standards for School Mathematics. Reston, VA:NCTM.
Permana, Y. & Utari, S. 2007. Mengembangkan Kemampuan Penalaran dan Koneksi Matematik Siswa SMA melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Educationist. 1(2): 116-122.
Sakarti, Hanuri. 2016. Hubungan Kecemasan dan Kemampuan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika. Artikel Penelitian. Pontianak: Universitas Tanjungpura.
Saminanto, dkk. 2018. Model Pembelajaran CONINCON untuk Menumbuhkan Koneksi Matematika Siswa SMPMTs. Semarang: Next Book.
Saminanto. 2018. Pengembangan Model Pembelajaran Konstruktivis, Integratif dan Kontekstual untuk Menumbuhkan Kemampuan Koneksi Matematika. Tesis. Semarang; Universitas Negeri Semarang.
Suherman, E. 2001. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Sumarmo. 2006. Pembelajaran Keterampilan Membaca Matematika pada Siswa Sekolah Menengah. Bandung: FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia.
Yuniawatika. 2011. Penerapan Pembelajaran Matematika dengan Strategi REACT untuk meningkatkan Kemampuan Koneksi dan Representasi Matematik Siswa Sekolah Dasar. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika. Bandung: STIKIP Siliwangi.
Rougeau, Camille Margarett. 2016. Effects of Fourth- and First-Grade Cross Age Tutoring on Mathematics Anxiety. Tesis. Brigham Young University.
Wicaksono, A. B dan Saufi, M. 2013. Mengelola Kecemasan Siswa dalam Pembelajaran Matematika. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Zeidner, M. 1998. Test Anxiety: The State of The Art. New York: Kluwer.