Abstract

Masalah transshipment adalah masalah transportasi yang memungkinkan dilakukannya pengiriman barang dengan cara tidak langsung, di mana barang dari suatu sumber dapat berada pada sumber lain sebelum mencapai tujuan akhir. Pada penelitian ini, digunakan Program Solver dalam membantu penyelesaian masalah transshipment yang melibatkan banyak titik distribusi, karena akan sulit diselesaikan secara manual. Permasalahan dalam penulisan skripsi ini adalah bagaimana hasil transshipment model dari proses pendistribusian barang di PT Java Agritech dengan menggunakan program Solver, bagaimana perbandingan hasil transshipment model dari proses pendistribusian barang di perusahaan ini dengan transshipment model yang menggunakan program Solver dan Apakah penerapan transshipment model yang diterapkan di perusahaan sudah optimum. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil data sekunder yang diperoleh dari perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa selisih biaya pendistribusian untuk seluruh produk frozen vegetable dengan menggunakan program Solver adalah sebesar Rp 3.348.780,- dan setelah dilakukan kebijakan lanjutan biaya yang harus dikeluarkan menjadi sebesar Rp 2.812.785,- lebih kecil dibandingkan biaya sebelumnya sebesar Rp 3.654.580,-. Ini berarti terdapat selisih antara biaya pendistribusian yang menggunakan Program Solver dengan biaya pendistribusian yang dilakukan oleh perusahaan ini sebesar Rp 841.795,-. Jadi biaya pendistribusian masih dapat diminimalkan sebesar 23,03%.