Abstract

Masa Pandemi menuntut masyarakat untuk hidup lebih produktiv, dengan membuat kegiatan baru di rumah saja dapat membantu mengurangi resiko penularan  corona virus 19 ini. Desa Kuta Bangun merupakan desa yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani yang menanam jagung.Sebagian besar desa ini adalah ladang jagung, tak heran jika limbah jagung pada desa ini berlimpah setelah petani melakukan panen. Sehingga dalam hal ini perlu mendapatkan perhatian, bagaimana cara agar limbah jagung tidak serta merta dibuang saja, melainkan dapat dihasilkan menjadi sebuah mahakarya indah yang memiliki nilai jual. Mencari cara agar produk yang dihasilkan dari limbah jagung itu menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat desa Kuta Bangun senidri. Melalui Program Mahasiswa Luar Kampus (PBMLK), Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis mengajak anak-anak Kuta bangun untuk dapat sama-sama mmengolah limbah jagung ini menjadi karya seni yang memiliki nilai jual. Mahasiswa program ini memberikan edukasi tentang pemanfaatan limbah jagung menjad karya seni yang dapat dijual berupa bunga yang senantiasa diburu dipasaran untuk dapat menghiasi dekorasi rumah agar indah.Hasil karya seperti ini lebih memiliki harga yang ringgi karena dihasilkan oleh tangan manusia jika dilihat dari segi seni.Adapun metode pelaksanaannya adalah dengan melaui dua tahap yaitu 1.Tahap persiapan dan 2.Tahap pelaksanaan. Dalam tahap persiapan, Mahasiswa program ini melakukan persiapan sebelum melakukan pelaksanaan dengan mengumpulkan anak-anak sebagai sasaran program dan persiapan tempat serta alat dan bahan yang akan digunakan selama kegiatan. Kemudian dalam tahap pelaksanaan Mahasiswa program ini melakukan pemberian instruksi tahapan pelaksanaan dalam pembuatan kreativitas, kemudian melakukan praktek langsung membuat kreativitas bunga bersama dengan anak-anak desa Kuta Bangun.