PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN, LEMAK TUBUH DAN KEKAMBUHAN NYERI SENDI PADA LANSIA

  • Bazargan Romadhon Universitas Negeri Semarang
  • Sugiarto Sugiarto Universitas Negeri Semarang

Abstract

Abstrak
Senam lansia di Panti Wreda Pucang Gading dilakukan setiap pagi hari, namun diikuti oleh sebagian kecil lansia, sehingga perlu diteliti apakah aktivitas senam lansia berpengaruh terhadap kebugaran tubuh, penurunan lemak tubuh dan penurunan kekambuhan nyeri sendi? Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah senam lansia berpengaruh terhadap kebugaran tubuh, penurunan lemak tubuh dan penurunan kekambuhan nyeri sendi. Sampel yang diteliti adalah 20 lansia dengan pertimbangan bahwa 20 lansia tersebut yang mengikuti senam lansia secara rutin. Data aktivitas senam lansia dan kekambuhan nyeri sendi diukur melalui kuesioner, lemak tubuh diukur menggunakan alat body fat caliper dan kebugaran menggunakan penghitungan denyut nadi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas senam lansia berpengaruh positif terhadap kebugaran tubuh, terbukti dari hasil analisis regresi dengan Fhitung = 6,947 > Ftabel = 4,41. Hasil uji t diperoleh thitung = 7,151 > ttabel = 1,73, yang berarti ada peningkatan kebugaran tubuh lansia setelah rutin mengikuti senam lansia. Senam lansia juga berpengaruh terhadap penurunan lemak tubuh, terbukti dari hasil analisis regresi dengan Fhitung = 8,905 > Ftabel = 4,41. Hasil uji t diperoleh thitung = -5,772 < -ttabel = -1,73, yang berarti bahwa ada penurunan lemak tubuh setelah mengikuti senam lansia secara teratur. Senam lansia juga berpengaruh terhadap penurunan kekambuhan nyeri sendi, terbukti dari hasil analisis regresi dengan Fhitung = 9,544 > Ftabel = 4,41. Hasil uji t diperoleh thitung = -6,282 < -ttabel = -1,73, yang berarti bahwa ada penurunan kekambuhan nyeri sendi setelah mengikuti senam lansia secara teratur. Disimpulkan bahwa senam lansia berpengaruh terhadap peningkatan kebugaran tubuh, penurunan lemak tubuh, dan penurunan kekambuhan nyeri sendi pada lansia di Panti Wreda Pucang Gading Semarang.
Kata Kunci: senam lansia, kebugaran, lemak tubuh, nyeri sendi

Abstract
Elderly gymnastics in Pucang Gading Nursing Home has been doing every morning, but followed by a little elderly people, so need investigated what elderly gymnastic actvity take effect to body fitness, reduction body fat and reduction relapsed joint pain? This research has purposed to analize what elderly gymnastic actvity take effect to body fitness, reduction body fat and reduction relapsed joint pain? Investigated sample was 20 elderly people who that followed elderly gymnastics continuously. body fat had been measured by used body fat caliper tool and fitness had been measured by calculation of pulse. Obtained result has analyzed by regression and t test. The results showed that the activity of elderly gymnastics has a positive effect on body fitness, as evidenced from the results of regression analysis with Fcount = 6.947> Ftabel = 4.41. T test results obtained t count = 7.151> ttable = 1.73, which means there is an increase in body fitness elderly after a routine follow gymnastics elderly. Elderly gymnastics also affect the body fat loss, as evidenced from the regression analysis with Fcount = 8.905> Ftabel = 4.41. T test results obtained t-count = -5,772 <- ttable = -1,73, which means that there is a decrease in body fat after following the elderly gymnastics on a regular basis. Gymnastics elderly also affects the decrease of relapse of joint pain, proved from result of regression analysis with Fhitung = 9,544> Ftabel = 4,41. The result of t test is t = -6,282 <-ttable = -1,73, which means that there is decrease of joint pain relapse after following elderly gymnastics regularly. Concluded that elderly gymnastics take effect for fitness enhancement, body fat loss, and decreased relapse of joint pain in elderly people at Pucang Gadng nursing house Semarang.
Keywords: elderly gymnastics, fitness, body fat, joint pain

References

Azizah. 2015. Keperawatan Lanjut Usia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Bandiyah, S. 2009. Lanjut Usia dan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Mulia Medika. BPS. 2014. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Edisi 46 Bulan Maret 2014. BPS.
Darmojo , R . B. Martono, H.H.,2004 . Buku ajar Geriatri . Jakarta : Balai Penerbit FKUI. Dewi dan Familia, 2010. Hidup Bahagia dengan Hipertensi. Jogjakarta : A+ plus Books..
Handayani, Sus. 2013. “Perbedaan Kebugaran Lansia Sebelum Dan Sesudah Di Lakukan Senam Lansia Di Desa Leyangan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang”. STIKES Ngudi Waluyo Ungaran
Hurlock, E. B. 1994. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Hayat. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Irianto, A. 2004. Patologi Ikan Teleostei. Gadjah Mada University Press. Kemendiknas. 2010. Tes Kesegaran Jasmani. Jakarta: Kemendiknas. 2010. Tes Kesegaran Jasmani. Jakarta: Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani. Bazargan Romadhon / Journal of Sport Sciences and Fitness 5 (2) (2019) 130
Kisner, C & Colby, L.A. 2017. Terapi Latihan Dasar dan Teknik. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Lalarni, H.K dan Junaidi, S. 2015. “Senam Jantung Sehat Seri V Meningkatkan Kebugaran Dan Penurunan Lemak Tubuh Pada Lansia”.Journal of Sport Sciences and Fitness. Vol 4,No.3,September 2015: 22-26.
Maryam, R Siti, dkk. 2008. Mengenal Usia Lanjut Perawatannya. Jakarta : Salemba Medika. Nugroho, W. 2008.Gerontik dan Geriatik. EGC: Jakarta
Nurshal, A.K, Widayanti dan Susanti Dharmmika. 2014. “Perbandingan Jarak Tempuh Uji Jalan 6 Menit antara Lansia yang Rutin Senam Lansia dengan Lansia yang Tidak Rutin Senam Lansia”. Prosiding Pendidikan Dokter. Gelombang 2 Tahun Akademik 2014-2015: 438-443.
Sharkley, B. 2011. Kebugaran dan Kesehatan. Jakarta: Rajagrafindo Persada. Shephard, R.J. 1989. Assessment of phisical activity and energy needs. Am. J.Clin. Nutr. Vol. 50.
Sondakh, Damajanty Pangemanandan Sylvia Marunduh. 2013. “Pengaruh Senam Bugar Lansia Terhadap Kadar Trigliserida”. Jurnal eBiomedik (eBM), Volume 1, Nomor 1, Maret 2013 : 755-759
Sudirman, S.P. 2011. Psikologis Usia Lanjut. Gajah mada University Press. Yogyakarta. Suharjono, Joni Haryanto dan Retno Indarwati. 2014. “Pengaruh Senam Lansia Terhadap Perubahan Nyeri Persendian Pada Lansia Di Kelurahan Komplek Kenjeran, Kecamatan Bulak, Surabaya”. Jurnal Ilmiah. Vol.2, No.2, April 2014: 106-110
Suhendriyo.2014.“Pengaruh Senam Rematik terhadap Pengurangan Rasa Nyeri Pada Penderita Osteoartritis Lutut di Karangasem Surakarta”. Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan. Vol. 3, No 1, Mei 2014: 1-6.
Sugiyono, 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatifdan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukartini, T. dan Nursalam. 2009. “Manfaat Senam Tera Terhadap Kebugaran Lansia”. J. Penelit. Med. Eksakta. Vol. 8, No. 3, Des 2009: 153- 158
Sukestiyarno, YL. 2012. Olah Data Penelitian berbantuan SPSS.Semarang: UNNES Sukestiyarno, 2014. Statistika Dasar. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Sumintarsih, 2006. “Kebugaran Jasmani untuk Lanjut Usia”. Olahraga. Edisi Agustus 2008. Hal: 147-160.
Suryanto, 2011, “Peran Olahraga Dalam Mengurangi strees’’. UNY Majalah ilmiah Populer, 1-6
Widiati, A.T dan Proverawati, A. 2010. Senam Kesehatan. Yogyakarta: Mulia Medika Widyantoro, Ika Rosdiana dan Minidian Fasitasari. 2012. “Hubungan antara Senam Lansia dan Range of Motion (ROM) Lutut pada Lansia (Studi Observasional pada Lansia di KecamatanPedurungan Semarang)”. Sain Medika. Vol. 4, No. 1, Januari - Juni 2012
Wirakusumah, E.S. 1997. Cara Aman dan Efektif Menurunkan Berat Badan.Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.
Published
2019-11-30
How to Cite
Romadhon, B., & Sugiarto, S. (2019). PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN, LEMAK TUBUH DAN KEKAMBUHAN NYERI SENDI PADA LANSIA. Journal of Sport Science and Fitness, 5(2), 123-130. https://doi.org/10.15294/jssf.v5i2.40069
Section
Articles