BUKU MENDONGENG CERITA RAKYAT GROBOGAN SEBAGAI PENGAYAAN MATERI CERITA RAKYAT DI SMP

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Hannik Thoyyibah

Abstract

Penelitian   ini   bertujuan   untuk   menghasilkan   buku   mendongeng   cerita   rakyat Grobogan  sebagai  pengayaan  materi  cerita  rakyat  di  SMP.  Penelitian  ini  menggunakan metode penelitian research and development (R&D). Hasil penelitian ini terdiri atas tiga bahasan, yaitu kebutuhan guru dan siswa terhadap buku pengayaan, prototipe buku pengayaan,  dan hasil uji validasi prototipe buku mendongeng cerita rakyat Grobogan sebagai materi cerita rakyat di SMP. Angket  kebutuhan  guru  dan  siswa  digunakan  untuk  menyusun  prototipe  dari  buku mendongeng cerita rakyat Grobogan tersebut. Prototipe buku pengayaan yang dikembangkan dikategorikan menjadi tiga bagian utama, yaitu bagian pendahulu, bagian isi, dan bagian penyudah.  Bagian  pendahulu  berisi  prakata,  petunjuk  penggunaan  buku,  dan  daftar  isi. Bagian isi berisi materi mendongeng cerita rakyat Grobogan, dari pengertian mendongeng dan cerita rakyat, manfaat cerita rakyat, tujuan dan manfaat dongeng, latihan pramendongeng, tips mendongeng di depan kelas, teknik mendongeng, petunjuk praktis mendongeng, dan contoh teks yang digunakan untuk mendongeng. Sedangkan bagian penyudah berisi biodata penulis dan  daftar pustaka. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh ahli buku dan materi, buku pengayaan ini dapat menarik minat siswa untk belajar mendongeng cerita rakyat secara mandiri.


 


The aim of this study is to produce a storytelling book about folklore in Grobogan as enrichment material for Junior High School student. This study used research and development (R&D) as the method. The result of this study consists of five discussions; they are students’ requirement towards enrichment book, teachers’ requirement towards enrichment book, prototype of enrichment book, prototype’s judgment of enrichment book, and improvement of the prototype of storytelling book about folklore in Grobogan as the material about folklore for Junior High School student. The questionnaire about students and teachers’ needs is used to compile the prototype of this storytelling book which tells about folklore in Grobogan. The prototype of this enrichment book which has been compiled is categorized into three main parts; they are preface part, discussion part, and closing part. The Preface part consists of foreword, instruction for use, and table of contents. Next is discussion part which involves storytelling material of folklore in Grobogan such as the meaning of storytelling and folklore, the advantage of folklore, the purpose and advantage of fairytale, pre-storytelling activities, storytelling tips in the classroom, storytelling technique, practical instruction in storytelling, and example of text which is used for storytelling. last is the closing part which consists of author bio and bibliography. Based in the judgment from book expert and material expert of enrichment book, this book is considered can captivate student’s interest to study storytelling about folklore independently.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Thoyyibah, H. (2017). BUKU MENDONGENG CERITA RAKYAT GROBOGAN SEBAGAI PENGAYAAN MATERI CERITA RAKYAT DI SMP. Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa, 5(2), 26-32. https://doi.org/10.15294/piwulang jawa.v5i2.29081

References

Aisah, Susanti. 2015. “Nilai-Nilai Sosial Yang Terkandung Dalam Cerita Rakyat “Ence Sulaiman” Pada Masyarakat Tomia”. Jurnal Humanika. Desember 2015. No.2. Halaman 1979- 8296.
Ardini, Pupung Puspa. 2012. “Pengaruh Dongeng dan Komunikasi Terhadap Perkembangan Moral Anak Usia 7-8 Tahun”. Jurnal Pendidikan Anak. Juni 2012.
Azizah, Nur. 2013. Pengembangan Buku Bacaan Cerita Rakyat Bahasa Jawa Berbasis Konteksual di Kabupaten Brebes. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.
Cutspec, Patricia A. 2006. “Oral Storytelling within the Context of the parent-Child Relationship”. Jurnal Vol. 01, No. 02. East Tennessee State University.
Gusnetti, dkk. 2015. “Struktur dan Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Cerita Rakyat Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat”. JURNAL GRAMATIKA. Oktober 2015. No. 2. Halaman 183-192.
Husna, Muhimmatul. 2017.
Pengembangan Buku Bacaan
Bahasa Arab (AR-CERIYA)
Berbasis Cerita Rakyatdi
Kabupaten Demak untuk Siswa
Madrasah Aliyah. Skripsi.
Universitas Negeri Semarang,
Semarang.
Juwita, Ana. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Sastra Berbasis Cerita Rakyat Asal-Usul Way Linti dan Asal-Usul Kuto Bumi Untuk Pembelajaran
Nilai-Nilai Karakter Siswa Kelas VII SMP. Tesis.Universitas Lampung, Bandar Lampung.
Kristanto, M. 2014. “Pemanfaatan Cerita Rakyat Sebagai Penanaman Etika Untuk Membentuk Pendidikan Karakter Bangsa”. Mimbar Sekolah Dasar. April 2014. Nomor 1. Halaman 59-64.
Marleni, Rosa. 2010. “Cerita Rakyat di Kenagarian Sungai Naniang: Klasifikasi dan Fungsi”. Wacana Etnik. Oktober 2010. Nomor 2.
Halaman 179-204. Padang. Pusat Studi Informasi dan Kebudayaan Minangkabau (PSIKM) dan Sastra Daerah FIB Universitas Andalas.
Marlina, Lia dan Sarlito. 2007. “Kecerdasan Emosional pada Orang Tua yang Mendongeng dan Tidak Mendongeng”. JPS. Mei 2007. No.02.
Muslich, Masnur. 2010. Text Book Writing dasar-Dasar Pemahaman, Penulisan, dan Pemakaian Buku Teks. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA.
Purnama, Yuzar. 2016. “Mitologi Saedah Saenih: Cerita Rakyat Dari Indramayu”. Patanjala. September 2016. No. 3. Halaman 333-348. Bandung. Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB).
Putri, Nabila Adidaya. 2013. Pengembangan Buku Pengayaan Cara Mendongeng Fabel Bermuatan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.
Rosalina, Anita, dkk. 2010. “Peran Orang Tua dalam Dongeng Sebelum Tidur untuk Optimalisasi Kemampuan Komunikasi Anak Usia Dini.PSYCHO IDEA. Juli 2010. No.2. Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Setartin, Titin. 2016. “Transformasi Teks Cerita Rakyat Ke Dalam bentuk Cerita Bergambar Sebagai Model Pembelajaran Membaca Apresiatif”. LITERA. Oktober 2016. No. 2. Halaman 389-401.
Sugiono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suhartono, Bambang Yulianto dan Anas Ahmadi. 2010. “Cerita Rakyat di Pulau Mandangin: Kajian Struktural Antropologi Claude Levi Strauss”. 2010. Nomor 4. Hal: 304-311. Surabaya. Universitas Negeri Surabaya.
Sulistianingsih, Endang. 2017. “Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Dongeng Digital untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosi Peserta Didik. Jurnal Penelitian Pendidikan. 2017. Nomor 2.
Suryanto, Edy dan Budi Waluyo. 2017. “Pembelajaran Apresiasi Cerita Rakyat Bermedia Wayang Kancil”. Journal Indonesian Language Education and Literature. Desember 2017. No. 1. Halaman 66-78.Surakarta. Universitas Sebelas Maret Surakarta.