PENGARUH PROPORSI TAWAS DAN VITAMIN C TERHADAP HASIL JADI DEODOTAN SPRAY

Authors

  • conita bunga asilmi Universitas Negeri Surabaya Author
  • Sri Dwiyanti UNESA Author
  • Dindy Sinta Megasari UNESA Author
  • Sri Usodoningtyas UNESA Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/bbhe.v14i2.40964

Keywords:

deodoran, tawas, Linear Mixed Model, bau badan, efektivitas produk

Abstract

Kondisi klimatologis Indonesia yang bercirikan suhu tinggi dan kelembapan dominan menciptakan lingkungan
biologis yang mendukung aktivitas bakteri penyebab bau badan pada manusia. Penelitian ini diarahkan pada perancangan
sediaan deodoran berbentuk semprot dengan basis tawas yang dimanfaatkan sebagai agen antibakteri. Lima rancangan
formula awal (F1–F5) mengalami proses reduksi melalui evaluasi mutu dan pengolahan data menggunakan pendekatan
Repeated Measures ANOVA hingga diperoleh dua formula terpilih. Kedua formula tersebut, yakni F1 dan F2, selanjutnya
menjalani pengujian efektivitas pengendalian bau badan berdasarkan penilaian subjektif dari 30 responden, dengan analisis
lanjutan menggunakan Linear Mixed Model (LMM). Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa perbedaan perlakuan
formula memunculkan pengaruh bermakna terhadap seluruh indikator penilaian, di mana Formula 1 secara konsisten
menghasilkan capaian skor yang lebih tinggi dibandingkan Formula 2 pada dimensi efektivitas, kenyamanan penggunaan,
serta kestabilan sediaan. Akumulasi skor penilaian (Y1.TOT) yang diperoleh Formula 1 mencapai 63,97, sedangkan
Formula 2 berada pada nilai 43,87, dengan seluruh pengujian statistik menunjukkan tingkat signifikansi p < 0,001. Atas
dasar temuan tersebut, Formula 1 dapat dinyatakan memiliki performa yang leb

Downloads

Published

2026-05-25

Article ID

40964

Issue

Section

Articles