ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA MAHASISWA DALAM KOMUNIKASI TULIS VIA WHATSAPP ANTARA MAHASISWA DAN DOSEN

Authors

  • Andini Gita Aprianti jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Universitas Negeri Semarang Author
  • Siti Sofiana jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Universitas Negeri Semarang Author
  • Asna Kamila jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Universitas Negeri Semarang Author
  • Annisa Putri Paparera jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Universitas Negeri Semarang Author
  • Ainun Nabela Putri jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Universitas Negeri Semarang Author
  • Imam Murtadho jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Universitas Negeri Semarang Author
  • Wildan Zaka Mulyadarma jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Universitas Negeri Semarang Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/est.v8i2.53248

Keywords:

kesantunan berbahasa, komunikasi digital, WhatsApp, maksim Leech, komunikasi akademik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesantunan berbahasa mahasiswa dalam komunikasi tulis via WhatsApp antara mahasiswa dan dosen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi berupa tangkapan layar percakapan WhatsApp dan wawancara semi-terstruktur sebagai data pendukung. Data diperoleh dari 12 percakapan yang melibatkan 10 mahasiswa Rombel K PGSD Angkatan 2023 Universitas Negeri Semarang, dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2020) dengan mengacu pada enam maksim kesantunan Leech, yaitu Maksim Kebijaksanaan, Kedermawanan, Penghargaan, Kesederhanaan, Pemufakatan, dan Kesimpatian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 62 satuan tuturan yang dianalisis, 51 tuturan (82,3%) memenuhi maksim kesantunan, 7 tuturan (11,3%) melanggar maksim, dan 4 tuturan (6,5%) memenuhi sebagian maksim. Maksim Kedermawanan, Penghargaan, dan Pemufakatan dipenuhi secara konsisten oleh seluruh mahasiswa, sedangkan Maksim Kesimpatian paling banyak dilanggar dengan 4 data pelanggaran. Disimpulkan bahwa mahasiswa sudah cukup baik dalam menerapkan kesantunan berbahasa, meskipun masih perlu penguatan pada aspek empati dan kelengkapan identitas diri dalam komunikasi akademik digital.

Downloads

Published

2025-08-31

Article ID

53248