ANALISIS KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR

Authors

  • Atip Nurharini Universitas Negeri Semarang Author
  • Vivi Safrida Ramandhani Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/est.v7i2.64474

Keywords:

kepercayaan diri, siswa sekolah dasar, proses pembelajaran

Abstract

Kepercayaan diri merupakan aspek  penting  dalam perkembangan akademik dan sosial siswa di sekolah yang berpengaruh besar terhadap partisipasi, motivasi, dan keberhasilan belajar siswa sekolah dasar. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa kepercayaan diri siswa masih berada pada tingkat yang beragam dan sering kali rendah, ditandai dengan kurangnya keberanian bertanya, takut salah, dan pasif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis  kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran di sekolah dasar melalui kajian literatur sistematis. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap 11 artikel nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “kepercayaan diri”, “siswa sekolah dasar”, “proses pembelajaran”, “self-confidence”, “elementary students” dan “ learning process”.  Hasil kajian menunjukkan tiga kategori utama permasalahan: rendahnya keberanian siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, hambatan psikologis seperti kecemasan belajar, takut akan kritikan, rendahnya motivasi dan dampal bullying verbal, serta lemahnya dukungan pedagogis, seperti kurangnya variasi metode pembelajaran aktif, minimnya penguatan positif dari guru, serta lingkungan kelas yang kurang suportif. Faktor-faktor tersebut diperkuat oleh pola asuh orang tua, pengaruh teman sebaya, pengalaman belajar yang tidak menyenangkan serta belum optimalnya peran guru dan layanan Bimbingan dan Konseling. Kajian ini merekomendasikan  pentingnya penguatan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk mendorong keberanian siswa melalui penggunaan pembelajaran aktif, pemberian penguatan verbal positif, penciptaan suasana kelas yang aman dan inklusif serta optimaliasasi peran guru dalam memberikan pendampingan psikologis siswa, serta upaya kolaboratif antara guru, sekolah, dan orang tua dalam membangun lingkungan yang mendorong keberanian dan  kepercayaan diri siswa. 

Downloads

Published

2024-08-31

Article ID

64474