Kesiapan Guru IPS Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan di Sekolah Pedesaan di Tuban

Authors

  • Mario Fahmi Syahrial Universitas PGRI Ronggolawe Author
  • Sukisno Universitas PGRI Ronggolawe Author
  • Mardi Widodo Universitas PGRI Ronggolawe Author
  • Tri Mei Apta Arjanti Universitas PGRI Ronggolawe Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/harmony.v11i1.48299

Keywords:

Teacher Readiness, Artificial Intelligence, Rural Schools, Belief-Practice Gap

Abstract

Penelitian ini menganalisis kesiapan guru IPS dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) di sekolah pedesaan dengan studi kasus pada dua SMP negeri di salah satu kecamatan pedesaan Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multisitus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 6 guru, 2 kepala sekolah, dan 4 siswa, observasi pembelajaran (12 sesi), serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru masih sangat rendah, terutama pada aspek Intelligent‑Technological Knowledge (I‑TK) dan etika AI. Fenomena kesenjangan pada belief‑practice gap terkonfirmasi: 5 dari 6 guru menyatakan percaya diri menggunakan AI, namun observasi hanya mencatat 1 guru yang pernah menyebut AI di kelas dan tidak ada implementasi sebagai media inti. Tiga kluster hambatan teridentifikasi, yaitu; infrastruktur, yang meliputi; sinyal tidak stabil, bandwidth terbatas, institusional adanya larangan penggunaan HP siswa dan ketiadaan kebijakan AI, serta secara individual, yaitu rendahnya efikasi diri dan dominasi guru senior. Perbedaan akreditasi sekolah tidak berkorelasi signifikan dengan kesiapan AI; faktor penentu utama adalah kepemimpinan kepala sekolah.

Downloads

Published

2026-05-31

Article ID

48299