Beyond Hero Worship: A Brunerian Framework for Guided Inquiry into Local Heroes in Indonesian History Education

Authors

DOI:

https://doi.org/10.15294/paramita.v36i2.10237

Keywords:

local heroes, hero worship, guided inquiry, Bruner's learning theory, history education, Indonesia

Abstract

Abstract: Heroes are central to history education in Indonesia, yet classroom narratives tend to present them as models to emulate, a practice that slides easily into hero worship. Local heroes, though close to students’ lives, are seldom taught, even though the current curriculum asks students to connect local, national, and global history. This article asks what a local hero is and how Bruner’s learning theory can frame guided inquiry into local heroes. The study is conceptual and combines a typology approach with a theory-adaptation approach. It draws on literature on history education, local history, and discovery learning, on policy documents, and on sources about Soemitro Kolopaking of Banjarnegara as an illustrative case. The analysis yields two models of local heroes, three propositions linking local heroes to Bruner’s theory, and a framework that maps Douch’s local history models onto modes of discovery and representation. The discussion argues that guided inquiry suits secondary students best, because sources on local heroes require source criticism and because uncritical modelling reproduces hero worship at the local level. For practice, teachers can design inquiry tasks that ask students to judge why, and by whom, a figure is regarded as a hero. The framework still needs testing through classroom research.

Abstrak: Pahlawan menempati posisi penting dalam pendidikan sejarah di Indonesia, tetapi narasi di kelas cenderung menyajikannya sebagai teladan untuk ditiru, praktik yang mudah bergeser menjadi pengultusan. Pahlawan lokal, meskipun dekat dengan kehidupan siswa, jarang diajarkan di sekolah, padahal kurikulum meminta siswa menghubungkan sejarah lokal, nasional, dan global. Artikel ini menjawab pertanyaan tentang apa yang dimaksud dengan pahlawan lokal dan bagaimana teori belajar Bruner dapat membingkai inkuiri terbimbing tentang pahlawan lokal. Kajian ini bersifat konseptual dan memadukan pendekatan tipologi dengan pendekatan adaptasi teori. Sumber kajian meliputi literatur pendidikan sejarah, sejarah lokal, dan pembelajaran penemuan, dokumen kurikulum dan kebijakan, serta sumber tentang Soemitro Kolopaking dari Banjarnegara sebagai kasus ilustratif. Analisis menghasilkan dua model pahlawan lokal, tiga proposisi yang menghubungkan pahlawan lokal dengan teori Bruner, dan kerangka yang memetakan model pembelajaran sejarah lokal Douch terhadap mode penemuan dan bentuk representasi. Pembahasan menunjukkan bahwa inkuiri terbimbing paling sesuai bagi siswa sekolah menengah atas, karena sumber tentang pahlawan lokal menuntut kritik sumber dan peneladanan tanpa sikap kritis mereproduksi pengultusan di tingkat lokal. Secara praktis, guru dapat merancang tugas inkuiri yang meminta siswa menilai mengapa dan menurut siapa seorang tokoh dianggap pahlawan. Kerangka ini masih perlu diuji melalui penelitian tindakan kelas atau penelitian pengembangan.

Downloads

Published

2026-10-24

Article ID

10237