Malay Migration and Its Role in Rice Cultivation Development in Kerian, Perak: Contribution and Challenges, 1874–1940

Authors

  • Siti Noor Hafizah Mohamed Sharif Universiti Sains Malaysia, Malaysia Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/paramita.v36i2.16412

Keywords:

Malay Migration, rice cultivation , Kerian, Perak, Tanah Melayu, British colonisation, lazy

Abstract

Abstract: During British colonisation, the Malays were often described as ‘lazy,’ a label frequently blamed for their perceived economic backwardness, despite the country's rapid growth. This stereotype led to the belief that the Malays made little contribution to the country's economic development. This study challenges that notion by examining the migration of Malays to Kerian, where their involvement in padi cultivation significantly contributed to the area's development as the ‘rice bowl’ of Perak and the Federated Malay States. By focusing on Kerian as a case study, this paper argues that the Malays played a pivotal role in the region’s economic growth, thus disproving the colonial-era stereotype. This research contributes to the ongoing debate on the economic contributions of the Malays during the colonial period. It provides new insights into the dynamics of Malay migration and agricultural development.

Abstrak: Selama masa kolonial Inggris, orang Melayu sering digambarkan sebagai kelompok yang "malas", suatu label yang kerap dijadikan penyebab bagi anggapan keterbelakangan ekonomi mereka, meskipun negara mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Stereotip ini melahirkan keyakinan bahwa orang Melayu memberikan kontribusi yang kecil terhadap pembangunan ekonomi negara. Penelitian ini menantang anggapan tersebut dengan mengkaji migrasi orang Melayu ke Kerian, di mana keterlibatan mereka dalam budidaya padi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan wilayah tersebut sebagai "lumbung padi" Perak dan Negeri-Negeri Melayu Bersekutu (Federated Malay States). Dengan menjadikan Kerian sebagai studi kasus, artikel ini berargumen bahwa orang Melayu memainkan peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut, sehingga mematahkan stereotip yang berkembang pada masa kolonial. Penelitian ini berkontribusi pada perdebatan yang terus berlangsung mengenai kontribusi ekonomi orang Melayu selama periode kolonial serta memberikan wawasan baru mengenai dinamika migrasi orang Melayu dan perkembangan pertanian.

Downloads

Published

2026-10-24

Article ID

16412