Promoting Chinese-Malay Interethnic Harmony in History Education
DOI:
https://doi.org/10.15294/paramita.v36i2.27229Keywords:
Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong, tolerance, Chinese-Malay harmony, History educationAbstract
Abstract: One of the SDGs’ agenda items is to reduce inequality, facilitate conflict resolution, and strengthen social cohesion across multiethnic groups by preserving symbols of local inclusion. This research creates an interactive digital textbook for history lessons, integrating Bangka local wisdom, Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong, to enhance tolerance among high school students in Bangka Belitung. We adopted a research and development approach to define, design, develop, and disseminate the textbook. Data were gathered through literature reviews, observations, interviews, and surveys, utilizing feasibility and practicality forms and questionnaires to evaluate students' attitudes toward tolerance. The Rasch model was utilized to transform ordinal data into interval data and analyze the results using t-tests, one-way and two-way ANOVA, and post hoc Duncan tests. Results indicated that the digital textbook is both feasible and practical for history learning. Initial trials showed that the textbook significantly enhances students' tolerance, and further analysis suggested that the textbook was particularly effective for students in rural areas compared to their urban counterparts. This research contributed a method to strengthen local wisdom-centered history learning, positioning Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong as a pedagogical foundation to shape tolerance. The novelty of this study lies in the creation of an interactive digital textbook with role-playing materials for schools to strengthen social inclusion and narrow the social gap in SDG 10.
Abstrak: Salah satu agenda SDGs adalah mengurangi ketimpangan, memfasilitasi penyelesaian konflik, dan memperkuat kohesi sosial antarkelompok multietnis melalui pelestarian simbol-simbol inklusi lokal. Penelitian ini menghasilkan buku teks digital interaktif untuk pembelajaran sejarah yang mengintegrasikan kearifan lokal Bangka, Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong, guna meningkatkan toleransi siswa sekolah menengah atas di Bangka Belitung. Kami menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (research and development) untuk mendefinisikan, merancang, mengembangkan, dan menyebarluaskan buku teks tersebut. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka, observasi, wawancara, dan survei, dengan memanfaatkan lembar kelayakan dan kepraktisan serta kuesioner untuk menilai sikap toleransi siswa. Model Rasch digunakan untuk mengubah data ordinal menjadi data interval, dan hasilnya dianalisis menggunakan uji-t, ANOVA satu arah dan dua arah, serta uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks digital ini layak dan praktis untuk pembelajaran sejarah. Uji coba awal menunjukkan bahwa buku teks tersebut secara signifikan meningkatkan toleransi siswa, dan analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa buku teks ini sangat efektif bagi siswa di daerah pedesaan dibandingkan siswa di daerah perkotaan. Penelitian ini berkontribusi pada metode untuk memperkuat pembelajaran sejarah berbasis kearifan lokal, dengan menempatkan Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong sebagai landasan pedagogis dalam membentuk toleransi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pembuatan buku teks digital interaktif dengan materi bermain peran bagi sekolah untuk memperkuat inklusi sosial dan mempersempit kesenjangan sosial dalam SDG 10.
