PENGUATAN LITERASI KEBUDAYAAN LOKAL BERBASIS MEDIA INSTAGRAM KEPADA GEN-Z DI KOTA SEMARANG (STUDI KASUS DENOK KENANG KOTA SEMARANG)
DOI:
https://doi.org/10.15294/sosiolium.v8i1.27609Keywords:
Local Culture Literacy, Instagram Media, Generation ZAbstract
Literasi kebudayaan adalah kemampuan untuk memahami serta mengenali budaya, baik budaya lokal maupun budaya nasional. Pada era digital saat ini, media sosial seperti Instagram dapat digunakan dalam memperkuat literasi budaya lokal, khususnya bagi Gen-Z yang merupakan pengguna aktif platform tersebut. Namun, mereka cenderung kurang tertarik akan konten budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya dan faktor kendala yang dihadapi oleh Denok Kenang Kota Semarang dalam memperkuat literasi budaya lokal kepada Gen-Z melalui media Instagram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi visual, pendekatan yang sesuai dengan karakter Gen-Z, dan penerapan Teori Pembelajaran Sosial berperan penting dalam keberhasilan program. Meskipun terdapat kendala perubahan algoritma dan keterbatasan anggaran. Upaya adaptasi, kolaborasi dengan komunitas budaya, serta pemanfaatan konten buatan followers (repost content) menjadi solusi yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan literasi budaya lokal melalui media Instagram.
Cultural literacy is the ability to understand and recognize culture, both local and national culture. In the current digital era, social media such as Instagram can be used to strengthen local cultural literacy, especially for Gen-Z who are active users of the platform. However, they tend to be less interested in local cultural content. This study aims to examine the efforts and constraining factors faced by Denok Kenang Semarang City in strengthening local cultural literacy to Gen-Z through Instagram media. The research method used is qualitative research method, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that visual strategies, an approach that suits Gen-Z characters, and the application of Social Learning Theory play an important role in the success of the program. Although there are obstacles such as algorithm changes and budget limitations. Adaptation efforts, collaboration with cultural communities, and utilization of content made by followers (repost content) are effective and sustainable solutions in increasing local cultural literacy through Instagram media.
References
Adityara, S., & Rakhman, R. T. (2019). Karakteristik Generasi Z dalam Perkembangan Diri Anak Melalui Visual. Seminar Nasional Seni dan Desain: “Reinvensi Budaya Visual Nusantara” Jurusan Seni Rupa dan Jurusan Desain Universitas Negeri Surabaya, 401–406.
Anista, R. (2023). Transformasi Kebudayaan: Dampak Perkembangan Teknologi dan Media Sosial. JUPSI: Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 1(1), 33–40. https://doi.org/10.62238/jupsijurnalpendidik ansosialindonesia.v1i1.6
Badan Pusat Statistik Kota Semarang. (t.t.). Badan Pusat Statistik Kota Semarang. Diambil 9 Juni 2025, dari https://semarangkota.bps.go.id
Bahrain, E., Taufani, Jafar N, M. K., Hadirman, Musafar, Aisyiah Rasyid, L., Alfyani, N., Hunawa, R., & Basri, F. (2023). Penguatan Literasi Digital dan Budaya pada Siswa SMA Negeri 1 Langowan. Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian dan Pendampingan Masyarakat, 3(2), 82–91. https://doi.org/10.47945/al- khidmah.v3i2.1181
Dairoby, A., & Akbar, M. F. (2024). Studi Netnografi Media Sosial Instagram Sebagai Media Promosi Konten Wisata Kota Semarang. Jurnal Pesona Pariwisata, 3(1), 33–39. https://doi.org/10.33005/peta.v3i1.62
Ediyono, S., & Alfiati, A. (2019). Membangun budaya literasi berbasis kearifan lokal dalam mata kuliah menulis puisi mahasiswa. An-Nuha: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial, 6(2), 183–194.
Franesti, D. (2021). Membangun Budaya Literasi dengan Memanfaatkan Media Digital Instagram. Seminar Nasional SAGA, 3(1), 111–118. Heepsy | The collaboration platform for Brands & Trendsetters. (t.t.). Diambil 23 Februari 2025, dari
Hutagaol, Y. A., & Masykur, A. M. (2023). “Satu Tahun Menjabat Selamanya Menginsipirasi” (Studi Fenomenologi Pengalaman Menjadi Denok Kota Semarang). Jurnal EMPATI, 12(1), Article 1.
https://doi.org/10.14710/empati.2023.27478 Indrajaya, Emasurya, S., & Lukitawati, L. (2019).
Tingkat Kepercayaan Generasi Z terhadap Berita Infografis dan Berita Ringkas di Media Sosial. Jurnal Komunikasi, 11(2), 169–182. http://dx.doi.org/10.24912/jk.v11i2.5045
Kusuma, I. D. (2019). Desain Penilaian Seleksi Calon Duta Wisata Kota Semarang Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP).
Maharani, V. E., & Djuwita, A. (2020). Pemanfaatan Media Sosial Instagram Sebagai Media Komunikasi Dan Informasi Pemerintah Kota Semarang. e- Proceeding of Management, 7(2), 4566–4574.
Mastuti, S. (2021). Analisis Masalah Tradisi Dan Budaya Di Era Society 5.0 Dalam Pembelajaran IPS. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JP IPS), 13(2), 138–146.
Nurfahmi, A., Suherdiana, D., & Sumadiria, A. H. (2023). Penggunaan Bahasa Jurnalistik pada Rubrik Lifestyledi Situs Prfmnews.id. ANNABA : Jurnal Ilmu Jurnalistik, 8(3), 245–264. https://doi.org/10.15575/annaba.v8i3.38956
Permana, P. H. I., Supriadi, I., N, E. H., & Sari, Y. (2024). Indonesian Cultural Identity In Social Media Networks: A Critical Discourse Analysis On Instagram Of Gen Z Users. MSJ : Majority Science Journal, 2(1), 171–177. https://doi.org/10.61942/msj.v2i1.76
Putriani, L., Wardana, S., Alfathany, A. S., Ramadan, B. E., Aini, F., & Simamora, H. W. (2025). Potensi Wisata Sawah Bawuoh Dan Lubuk Larangan Di Desa Talawi Hilir. Jurnal Ilmiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM), 02(04), 780–786. https://doi.org/10.47233/jipm.v2i4
Rakanda, D. R., Rochayanti, C., & Arofah, K. (2020). Instagram Dalam Pembentukan Identitas Diri Generasi Z. Paradigma: Jurnal Masalah Sosial, Politik, dan Kebijakan, 24(1), Article 1. https://doi.org/10.31315/paradigma.v24i1.50 20
Sakitri, G. (2021). Selamat Datang Gen Z, Sang Penggerak Inovasi! Forum Manajemen, 35(2), Article 2.
Saputra, V. D. (2020). Membangun Literasi Budaya Lokal Kepada Generasi Z Melalui Tradisi Weh-Wehan di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Promedia (Public Relation dan Media Komunikasi), 6(1), 155–175.
Siregar, D., Aditya, T., Purwanto, E., & Elyana, K. (2024). Pengaruh Media Sosial Instagram Terhadap Perubahan Dalam Gaya Hidup Gen Z di Kota Tangerang. Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi), 8(3), 605–618. https://doi.org/10.35870/jtik.v8i3.2060
Syafira, A., & Rohman, A. (2024). Penerapan Strategi Promosi Mediai Sosial Terhadap Loyalitas Konsumen di Mie Marlena, Banyu Sngkah Tanjung Bumi Bangkalan. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(6). https://doi.org/10.62281
Tullah, R. (2020). Penerapan teori sosial albert bandura dalam proses belajar. Jurnal At-Tarbiyyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 6(1), 48–55.
Wibawa, S. (2019). Literasi Kebudayaan Melalui Media Sosial. Prosiding Nasional, 1–22.
Wibowo, B. A. A., & Islami, M. C. P. A. (2025). Optimizing Organic Digital Marketing Strategy for Social Media Instagram Arirang with the Engagement Rate and Followers Growth Method. Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat), 9(1). https://doi.org/10.12345/je.v9i1.262
Wijaya, B. N., Kumala, K., & Pandin, M. G. R. (2022). The Effectivity Of Building Local Cultural Knowledge For Generation Z Of Indonesia In The Digital Era Through Instagram.

