KONSTRUKSI SOSIAL SUKU JAWA TERHADAP TRADISI NYADRAN (SADRANAN) DI SENDANG NGOYOG

Authors

  • Riska Aulia Almatea Universitas Negeri Semarang, Indonesia Author
  • Puji Lestari Universitas Negeri Semarang, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/sosiolium.v8i2.27890

Keywords:

Bentuk Tradisi Nyadran, Fungsi Tradisi Nyadran, Konstruksi Sosial

Abstract

Tradisi nyadran merupakan salah satu tradisi yang masih hingga kini dipercayai masyarakat setempat. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pola pikir masyarakat terhadap suatu tradisi yang masih berlaku di wilayahnya. Penelitian ini juga bertujuan mendeskripsikan bagaimana bentuk dan fungsi tradisi Nyadran yang ada di Dusun Ngoyog, Desa Beji, Kecamatan Andong, serta mendeskripsikan mengenai dominan atau tidaknya masyarakat dalam membangun tradisi Nyadran di Dusun Ngoyog, Desa Beji, Kecamatan Andong. Penelitian ini menggunakan metode dari sumber tertulis yaitu studi literartur atau studi kepustakaan. Yang dimana penulis hanya mendapatkan informasi dari sumber tertulis seperti buku, karya ilmiah, maupun dari jurnal, dan sumber lain yang relevan sesuai dengan penelitian yang dibahas oleh penulis. Hasil pembahasan dari penelitian ini menjelaskan tentang tradisi nyadran. Disebutkan bahwa tradisi nyadran merupakan salah satu tradisi yang masih hingga kini dipercayai masyarakat setempat. Ada beberapa perbedaan cara nyadran yang dilakukan masyarakat dusun Ngoyog dengan daerah lain. Di dusun Ngoyog ini, sadranan atau nyadran dilakukan di 2 tempat. Satu tempat merupakan makam dan satu lagi adalah sumur tua yang biasa disebut Sendang. Nyadran tidak dilakukan dengan bersamaan, ada beberapa jarak dalam hitungan minggu untuk melakukan keduanya.

The Nyadran tradition is one of the traditions that is still believed by the local community. In relation to this, this study aims to improve the mindset of the community towards a tradition that still applies in their area. This study also aims to describe the form and function of the Nyadran tradition in Ngoyog Hamlet, Beji Village, Andong District, and to describe whether or not the community is dominant in building the Nyadran tradition in Ngoyog Hamlet, Beji Village, Andong District. This study uses a method from written sources, namely literature studies or library studies. Where the author only gets information from written sources such as books, scientific works, or from journals, and other relevant sources according to the research discussed by the author. The results of the discussion of this study explain the Nyadran tradition. It is stated that the Nyadran tradition is one of the traditions that is still believed by the local community. There are several differences in the way Nyadran is carried out by the people of Ngoyog Hamlet and other areas. In Ngoyog Hamlet, Sadranan or Nyadran is carried out in 2 places. One place is a grave and the other is an old well commonly called Sendang. Nyadran is not done simultaneously, there are several gaps in weeks to do both.

References

Danandjaja, James. 2002. FOLKLORE INDONESIA ilmu gossip, dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. (n.d.). Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. https://www.djkn.kemenkeu.go.id

Endraswara, Suwardi. 2009. Metodologi Penelitian Folklore. Yogyakarta: medpress (Anggota IKAPI).

Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. (n.d.). Kebudayaan Jogjakarta. https://kebudayaan.jogjakarta.go.id

Pratiwi, K.B. (2018). Dari Ritual Menuju Komersial : Pergeseran Tradisi Ruwahan di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Haluan Sastra Budaya, 2(2), 204-219. Doi: https://doi.org/10.20961/hsb.v2i2.23306

Purwadi. (2006). Jejak Para Wali Ziarah Spiritual. Jakarta: Kompas.

Riyadi, A. (2017). Kearifan Lokal Tradisi Nyadran Lintas Agama di Desa KayenJuwangi Kabupaten Boyolali. Jurnal SMaRT, 3(2), 139-153. Doi: 10.18784/smart.v3i2.486

Sangadji, Faisal Ardiyansyah. Dkk. “Kajian Ruang Budaya Nyadran Sebagai Entitas Budaya Nelayan Kupang di Desa Balongdowo – Sidoarjo”. Jurnal Ruas. Juni 2015. Volume 13 Nomor 1: 1-13. Universitas Brawijaya, Malang

Sholeh, A. (2021). Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Kearifan Lokal Sadranan di Boyolali. Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(1),1-10. https://ummaspul.e-journal.id/MGR/article/view/1602

Wadji, Muh. Barij Nizarudin. 2017. “Nyadranan, Bentuk Akulturasi Islam Dengan Budaya Jawa (Fenomena Sosial Keagamaan Nyadranan di Daerah Baron Kecamatan Nganjuk)”. Proceedings Ancoms 2017. 13-14 mei 2017. STAI Miftahul Ula Nganjuk, Nganjuk.

Downloads

Published

2026-10-30

Article ID

27890

Issue

Section

Articles