INTEGRASI NILAI KEWARGANEGARAAN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN SISWA SEKOLAH DASAR
DOI:
https://doi.org/10.15294/sosiolium.v8i2.36524Keywords:
Responsibility;, modelling;, innovative learning models;Abstract
Kedisiplinan siswa Sekolah Dasar merupakan prasyarat utama terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis kerangka kerja implementasi nilai kewarganegaraan dan tanggung jawab melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) atau Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) guna meningkatkan disiplin siswa. Metode yang digunakan adalah kajian konseptual/tinjauan literatur sistematis terhadap temuan empiris dan teoretis terkini dalam pedagogi IPS. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan disiplin dipengaruhi oleh tiga pilar strategi: (1) internalisasi tanggung jawab sebagai kesadaran moral (amanah); (2) strategi guru sebagai agen moral melalui keteladanan dan bimbingan kontekstual; dan (3) penggunaan model pembelajaran inovatif seperti Problem-Based Learning (PBL) dan studi kasus yang menuntut akuntabilitas proses. Keberhasilan implementasi membutuhkan konsistensi pedagogis dan kolaborasi aktif antara sekolah, guru, dan orang tua.
Student discipline in Elementary School (SD) is a crucial prerequisite for creating a conducive learning environment. This study aims to synthesize an implementation framework integrating citizenship and responsibility values through Social Studies (IPS/IPAS) learning to enhance student discipline. The method employed is a conceptual review/systematic literature review of recent empirical and theoretical findings in IPS pedagogy. The findings indicate that discipline improvement is driven by three strategic pillars: (1) the internalization of responsibility as moral awareness (trust/mandate); (2) teacher strategies as moral agents through modeling and contextual guidance; and (3) the application of innovative learning models such as Problem-Based Learning (PBL) and case studies that demand process accountability. Successful implementation requires pedagogical consistency and active collaboration among the school, teachers, and parents.
References
Amelia, N., & Dafit, F. (2023). Strategi Guru dalam Menanamkan Karakter Disiplin Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, 7(1), 142–149.
Ary, D., Jacobs, L. C., & Razavieh, A. (1982). Pengantar Penelitian Pendidikan. Usaha Nasional.
Kusumawardhany, N., dkk. (2023). Implementasi Pendidikan Karakter Disiplin Melalui Mata Pelajaran IPS Di Kelas IV SD IT Bina Insan. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(3), 1347–1356.
Muhamad, A. F. N. (2020). Optimalisasi Manajemen Intervensi Kelas Terhadap Perilaku Buruk Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 7(1).
Nugroho, A. S., & Mawardi, M. (2021). Pengembangan instrumen penilaian sikap tanggungjawab dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(2), 808–817.
Reksamunandar, R. P., & Hadirman, H. (2022). Pembentukan karakter siswa melalui pembiasaan dan keteladanan guru. CENDEKIA, 14(01), 27–38.
Sapriya. (2009). Pendidikan IPS. PT. Remaja Rosdakarya.
Sari, W. N. (2021). Pendidikan karakter melalui pembelajaran IPS. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 1(1), 10–14.
Sutarno, I., dkk. (2019). Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Nilai Karakter Disiplin Peserta Didik di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(1), 74–78.
Wuryandani, W., dkk. (2014). Pendidikan Karakter Disiplin di Sekolah Dasar. Cakrawala Pendidikan, 33(2), 286–295.
Yuliana, D., & Suryani, T. (2022). Pengaruh model guru terhadap karakter siswa dalam perspektif teori sosial kognitif. Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 9(1), 63–74.

