Pengaruh Penataan Kawasan Kota Lama Semarang pada Aspek Ekonomi dan Sosial

Satya Budi Nugraha(1), Erni Suharini(2), Abd Basith Mukhlas(3), Febri Wahyu Saputro(4), Zulfikar Ardiansyah Fajri(5), Yumna Kinanthi(6), Syntya Juli Prasetyo(7), Husna Fauzia(8),


(1) Universitas Negeri Semarang
(2) Universitas Negeri Semarang
(3) Universitas Negeri Semarang
(4) Universitas Negeri Semarang
(5) Universitas Negeri Semarang
(6) Universitas Negeri Semarang
(7) Universitas Negeri Semarang
(8) Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah

Abstract

Revitalisasi kawasan kota lama Kota Semarang merupakan suatu langkah strategis yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang. Hal ini dilakukan dalam rangka menyiapkan kawasan kota lama tersebut sebagai bagian dari world heritage sekaligus menghidupkan kembali bagian dari kawasan perkotaan Semarang tersebut yang selama ini sebagian sudutnya terlihat suram dan tidak termanfaatkan. Penelitian ini bertujuan mengkaji penataan Kawasan Kota Lama Semarang dan kaitannya dengan perubahan aktivitas ekonomi masyarakat/stakeholders dan aspek sosial pada kawasan tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan mix-method (kuantitatif dan kualitatif). Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi literatur, observasi lapangan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum masyarakat berpendapat bahwa penataan Kawasan Kota Lama Semarang memberikan pengaruh yang baik pada aspek ekonomi dan sosial pada kawasan tersebut. Perubahan dan penguatan citra kawasan melalui penyediaan fasilitas umum dan penataannya sebagai destinasi wisata perlu dipertahankan dengan upaya pengelolaan yang berkelanjutan.

Keywords

urban renewal, kawasan kota lama semarang, penataan, aspek ekonomi dan sosial

Full Text:

PDF

References

Adekola, P. O., Azuh, D., Adeloye, D., & Amoo, E. (2019). Urban renewal in Nigeria: a slash and burn approach? Environment, Development and Sustainability, 21(5), 2165–2182. https://doi.org/10.1007/s10668-018-0130-2

Alexander, H. B. (2019). “Creative Hubâ€, Penataan Lanjutan Kota Lama Semarang. Http://Properti.Kompas.Com.

Amin, C., Saputra, O. W., & Nurudin, A. (2019). Konsep Citra Kota pada Kawasan Kota Lama Semarang. Jurnal NeoTeknika, 5(2), 13–17.

Arnee, Noniee. 2019. Revitalisasi Kota Tua Semarang, antara pelestarian bangunan bersejarah dan menghadirkan 'Disneyland' demi pelancong. Dalam https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-50724172, diakses pada November 2020.

Arvan, L., & Nickerson, D. (2006). Private investment, public aid and endogenous divergence in the evolution of urban neighborhoods. Journal of Real Estate Finance and Economics, 32(1), 83–100. https://doi.org/10.1007/s11146-005-5179-7

Benkő, M., & Germán, T. (2016). Crime prevention aspects of public space renewal in Budapest. Journal of Place Management and Development, 9(2), 191–209. https://doi.org/10.1108/JPMD-09-2015-0034

Bonneville, M. (2005). The ambiguity of urban renewal in France: Between continuity and rupture. Journal of Housing and the Built Environment, 20(3), 229–242. https://doi.org/10.1007/s10901-005-9012-7

Cheung, C. K., & Leung, K. K. (2008). Retrospective and prospective evaluations of environmental quality under urban renewal as determinants of residents’ subjective quality of life. Social Indicators Research, 85(2), 223–241. https://doi.org/10.1007/s11205-007-9088-4

Dewi, P. K., Antariksa, A., & Surjono, S. (2008). Pelestarian Kawasan Eks Pusat Kota Kolonial Lama Semarang. Arsitektur, 1(3), 145–156.

Di Domenico, C., & Di Domenico, M. (2007). Heritage and urban renewal in Dundee: Learning from the past when planning for the future of a post-industrial city. Journal of Retail & Leisure Property, 6(4), 327–339. https://doi.org/10.1057/palgrave.rlp.5100074

Donaldson, R., du Plessis, D., Spocter, M., & Massey, R. (2013). The South African area-based urban renewal programme: Experiences from Cape Town. Journal of Housing and the Built Environment, 28(4), 629–638. https://doi.org/10.1007/s10901-013-9348-3

F, Audrian. 2019. Sudahkah Kota Lama Semarang Ramah bagi Penyandang Disabilitas? Dalam https://www.inibaru.id/inspirasi-indonesia/ diakses pada November 2020.

Lee, G. K. L., & Chan, E. H. W. (2008). The analytic hierarchy process (AHP) approach for assessment of urban renewal proposals. Social Indicators Research, 89(1), 155–168. https://doi.org/10.1007/s11205-007-9228-x

Lee, G. K. L., & Chan, E. H. W. (2009). Indicators for evaluating environmental performance of the Hong Kong urban renewal projects. Facilities, 27(13), 515–530. https://doi.org/10.1108/02632770910996351

Lokita, A. D. (2011). Adaptasi Konsep Water Sensitive Urban Design (WSUD) Di Kawasan Cagar Budaya Kota Lama Semarang. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 22(1), 65–80.

Pemerintah Kota Semarang. (2016). Resilient Semarang (Moving Together Towards a Resilient Semarang). Pemerintah Kota Semarang.

Rismoko, A. (2019). Penataan Kawasan Kota Lama Diperluas. Http://Ayosemarang.Com.

Wong, F. K. W., Hui, E. C. M., Wong, J. T. Y., & Wan, J. K. M. (2010). The impact of urban renewal to the labour force in Hong Kong. Facilities, 28(13), 611–640. https://doi.org/10.1108/02632771011083676

Yung (Simon), Y., & Chan, L. (2008). To rehabilitate or redevelop? A study of the decision criteria for urban regeneration projects. Journal of Place Management and Development, 1(3), 272–291. https://doi.org/10.1108/17538330810911262.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.