Strategi Pengelolaan Kekeringan Masyarakat Sub DAS Bompon di Lereng Kaki Vulkanik Pegunungan Sumbing

Fahrudin Hanafi(1), Juhadi Juhadi(2), Sigit Bayhu Iryanthony(3), Awanda Rais Hakeem(4), Dinda Putri Rahmadewi(5), Fitriyani Fitriyani(6),


(1) Jurusan Geografi, Fakultas ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
(2) Jurusan Geografi, Fakultas ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
(3) Menejemen Sumber Paya Pantai, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
(4) Jurusan Geografi, Fakultas ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
(5) Jurusan Geografi, Fakultas ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
(6) Jurusan Geografi, Fakultas ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Abstract

Sub DAS Bompon merupakan daerah yang memiliki permasalahan bencana tergolong kompleks. Dilihat dari morfologinya yang terdiri dari lereng-lereng menjadikan daerah tersebut rawan longsor dan kekeringan terutama bagi penduduk yang tinggal dibagian igir-igir Sub DAS Bompon. Selain adanya dampak negatif, longsor juga memberikan dampak positif terkait dengan ketersediaan sumber daya air alami yakni mata air. Pada penelitian ini, kajian dilakukan pada setiap morfologi Sub DAS. Dari hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa penduduk di bagian lereng atas dan lereng bawah perbukitan sebagian besar lebih memilih memanfaatkan mata air untuk kegiatan domestik. Sedangkan di bagian kaki lereng perbukitan, mata air lebih dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan sebagian besar penduduk sudah menggunakan sumur dan PAM. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persebaran mata air dan air tanah serta menganalisis cara-cara pengelolaan penduduk dalam memanfaatkan sumber daya air dari mata air dan sumur. Dalam memanfaatkan dan mempertahankan kualitas mata air, penduduk melakukan strategi seperti membuat kolam tampungan, menancapkan bambu di pinggir tampungan mata air, membangun sumur pribadi maupun komunal, hingga mencari mata air di luar Sub DAS Bompon, dan lain-lain.


Sub DAS Bompon is an area that has a complex disaster problem. Judging from the morphology that consists of slopes make the area prone to landslides and drought, especially for residents who live in the apex of Sub Basin Bompon. In addition to the negative impacts, landslides also provide a positive impact associated with the availability of natural water resources,  springs. In this study, the study was conducted on each sub-basin’s morphology. Field observations show that the population on the upper slopes and the slopes below the hills mostly prefer to use the spring for domestic activities. While at the foot of the slopes (toe), springs are more used for agricultural activities and most of the people are already using wells and PAM. This study aims to identify spread of the springs and analyze ways of managing the population in utilizing water resources from the spring. In utilizing and maintaining the quality of springs, residents to do strategies such as creating a pool of shelters, bamboo sticking on the edge of the pool, to find springs outside the Bompon River Basin, and others.

Keywords

Pengelolaan SDA; lereng kaki; kekeringan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.