AGIHAN DAN KESESUAIAN MEDAN UNTUK PERMUKIMAN (STUDI KASUS PEMBANGUNAN PERUMAHAN DI KECAMATAN TUGU DAN NGALIYAN KOTA SEMARANG)

- Sriyanto

Abstract

Satuan medan sebagai satuan analisis dibuat berdasarkan hasil tumpang-susun (overlay) antara peta geomorfologi, geologi, kelas lereng dan tanah. Metode survei dilakukan pada satuan medan terpilih berdasarkan pada tanah yang sama, sedangkan karakteristik fisik selengkapnya dianalisis berdasarkan variabel pada satuan medan lainnya, seperti : bentuklahan, batuan dan kemiringan lereng. Parameter kesesuaian medan untuk permukiman di daerah penelitian, telah ditentukan sebanyak 17 variabel, yakni meliputi : kemiringan lereng, daya dukung tanah, aktivitas lempung, panjang pengerutan tanah, indeks plastisitas, tekstur, indurasi batuan, indeks keausan batuan, bahan kasar, drainase permukaan, permeabilitas, tahan geser tanah, erosi, kerapatan alur, kedalaman alur, air tanah dan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) di daerah penelitian hanya terdapat dua variasi kualitas medan yang tercermin pada kesesuaian medan kelas sedang (SD) yang teragihkan pada areal seluas 54,0524 km2 (72,33 %) dan kelas buruk (BR) teragihkan pada areal seluas 20,6822 km2 (27,67 %), (b) lokasi perumahan umumnya terdapat pada satuan medan dengan kelas sedang (SD) mencakup wilayah seluas 354 ha atau 79,37 % dari seluruh lokasi perumahan di daerah penelitian.

Kata kunci : satuan medan, evaluasi medan, kesesuaian medan permukiman

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.