MENGEMBANGKAN KAWASAN PESISIR PANTAI KOTA SEMARANG SEBAGAI RUANG PUBLIK

Mohammad Agung Ridlo, Eppy Yuliani

Abstract

Hampir di seluruh kawasan pesisir Indonesia terjadi konflik dengan berbagai kepentingan. Penyebab utama dari konflik adalah penataan ruang yang tidak memperhatikan sumberdaya pesisir yang ada. Berbagai pihak berkepentingan dengan tujuan, target, dan rencana sendiri-sendiri dalam mengeksploitasi sumberdaya pesisir. Hanya mementingkan keuntungan sektornya, mengabaikan akibat yang timbul terhadap sektor lain. Hal inilah yang mendorong terjadinya konflik pemanfaatan sumberdaya (user conflict) dan konflik kewenangan (jurisdictional conflict).

Masalahnya sekarang adalah apakah pemanfaatan lahan di kawasan pesisir tersebut sudah memperhatikan aspek-aspek planologis secara komprehensif , baik secara fisik, sosial maupun ekonomi ?

Melalui pendekatan ekologis administratif, pendekatan menyeluruh (komprehensif), pendekatan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, pendekatan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, pendekatan sarana prasarana pengelolaan di kawasan pesisir. Diharapkan dapat menemukan arahan pemanfaatan ruang di kawasan pesisir Kota Semarang.

Keywords

Kawasan Pesisir, Ruang Publik

References

Beatley et. al., 1994. An Introduction To Coastal Zones Management. Island Press, Washington, D.C.

Bengen, G. Dietriech. 2002. Teknik Pengambilan Contoh dan Analisis Data Biofisik Sumberdaya Pesisir. PKSPL IPB. Bogor.

Bengen, G. Dietriech. 2000. Penentuan dan Pengelolaan Kawasan Lindung di Pesisir, Laut dan Pulau-Pulau Kecil. Bahan Seminar oleh Departemen Kelautan dan Perikanan, di Jakarta.

Budihardjo, Eko, Sudanti Hardjohudojo, 1993, Kota Berwawasan Lingkungan Cetakan III, Penerbit Alumni, Bandung.

Budihardjo, Eko, 1997, Lingkungan Binaan dan Tata Ruang Kota, Cetakan I, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Budihardjo, Eko, Djoko Sujarto, 1998, Kota yang Berkelanjutan (Sustainable City), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi - Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Budihardjo, Eko.1999. Kota Berkelanjutan. Alumni, Bandung.

Carlos, C. 2011. Konsep dan Definisi Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Kelautan.http://carolinacarlos.mhs.upnyk.ac.id/pesisir/konsepdandefinisipengelolaanwilayahpesisirdankelautan. Diakses 18 Oktober 2011.

Carmona, Heath, Oc Tanner, Tiesdell. 2003. Public places, urban spaces. Architectural Press.

Carr, Stephen. 1992. Public Space. Cambridge : Cambridge University Press

Hakim, Rustam. 1987. Unsur Perancangan Dalam Arsitektur Lansekap. Jakarta : Bina Aksara

Dahuri,R et al, 2001, Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Peisisir dan Lautan Secara Terpadu, Jakarta: PT.Pradnya Paramita

Darwanto, Herry, 2003, Perencanaan Wilayah Pesisir, Buletin Tata Ruang Edisi Bulan Juli-Agustus 2003, Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional, Jakarta

Garin Nugroho, 2005, Republik Tanpa Ruang Publik, Yogyakarta, IRE Pess.

Hadi, Sudharto P, 2001, Dimensi Lingkungan, Perencanaan Pembangunan, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta

Ridlo, Mohammad Agung dan Eppy Yuliani, Rekonsiliasi Kehidupan Sosial, Ekonomi Dan Budaya Masyarakat Di Permukiman Kawasan Pesisir Kota Semarang, Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT), 2017.

Ridlo, Mohammad Agung, 2016, Mengupas Problema Kota Semarang Metropolitan, DEEPUBLISH, Kaliurang-Yogyakarta.

Ridlo, Mohammad Agung, 2015, Konsep Penanganan Bencana Longsor dan Banjir di Kota Semarang, Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan Ke 2 (26-28 Mei 2015)-Membangun Kemandirian Industrialisasi dan Teknologi Berbasis Riset Kebencanaan Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Ridlo, Mohammad Agung dan Gata Dian Asfari, Model Penataan Sumber daya Pesisir di Kawasan Pesisir Kota Semarang, Penelitian Hibah Bersaing, 2014

Ridlo, Mohammad Agung, 2011, Perumahan dan Permukiman di Perkotaan – Fakta, Anaisis dan Solusi, Cetakan Pertama, UNISSULA PRESS.

Ridlo, Mohammad Agung, 2002, Karakteristik Kemiskinan Perkotaan pada Permukiman Kumuh dan Liar di Kota Semarang, Thesis Magister Perencanaan Wilayah dan Kota – Universitas Diponegoro.

Ridlo, Mohammad Agung, 2001, Kemiskinan di Perkotaan, Cetakan Pertama, UNISSULA PRESS.

Soegiarto dkk, 1976, Pedoman Umum Pengelolaan Wilayah Pesisir, Lembaga Oceanologi Nasional, Jakarta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.