ANALISIS EFEKTIVITAS PENGELOLAAN SISTEM IRIGASI DI DAERAH IRIGASI PANUNGGAL KOTA TASIKMALAYA

Andhy Romdani, Triyantini S Putri, Kusmetia Kusmetia

Abstract

Daerah irigasi Panunggal Kota Tasikmalaya mengalami berbagai kendala dalam pengambilan air dari Sungai Citanduy menuju areal pertanian. Sumbatan sampah di pintu air, rusak dan hilangnya komponen pintu air, pencurian air oleh oknum petani tidak bertanggungjawab merupakan permasalahan yang timbul di daerah irigasi Panunggal. Berbagai persoalan tersebut mengakibatkan produktivitas pertanian menurun ditambah dengan iklim yang tengah tidak menentu dan ancaman kekeringan. Penelitian ini menganalisis efektivitas pengelolaan jaringan irigasi dengan membandingkan ketersediaan dan kebutuhan air di daerah irigasi tersebut.

Berdasarkan analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan jika ketersediaan air di jaringan irigasi daerah Panunggal memiliki debit sebesar 1,625 m3/detik. Kebutuhan air irigasi untuk mengaliri luas wilayah daerah irigasi Panunggal sebesar 9,62 ha dengan pola tanam padi- padi dimulai awal pengolahan lahan pada awal bulan November dengan kebutuhan air irigasi maksimum sebesar 0,021 m3/detik. Hal ini menunjukkan debit ketersedian air lebih besar daripada debit kebutuhan air irigasi sehingga kebutuhan air irigasi di daerah Panunggal dapat terpenuhi.

Keywords

efektivitas irigasi; ketersediaan air; kebutuhan air

Full Text:

PDF

References

Ansori Ahmad, dkk. Kajian Efektifitas dan Efisiens Jaringan Irigasi Terhadap Kebutuhan Air Pada Tanaman Padi (Studi Kasus Irigasi Kaiti Samo Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu).

Ngakansipil. (2011). Irigasi dan Bangunan Air.

[Online].https://ngakansipil.wordpress.com/2011/06/10/irigasi-dan-bangunan-air.html. [29 September 2016].

Priyogo, A. 2014. Analisis Kebutuhan Air Irigasi (Studi Kasus Pada Daerah Irigasi Sungai Air Keban Daerah Kabupaten Empat Lawang). Jurnal Tekni Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No.3

Shidarta, SK. 1997. Irigasi dan Bangunan Air. Jakarta: Gunadharma.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.