MODEL PEWARISAN KOMPETENSI DALANG

M. Jazuli

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran (pewarisan) kompetensi dalang. Untuk mengetahui model pembelajaran digunakan pendekatan pembelajaran tidak langsung dari Roger yaitu non-directive interview. Untuk mengetahui persyaratan dalang yang kompeten itu digunakan pendekatan strukturasionistik. Setting penelitian adalah jagat pedalangan, sedangkan lokasi penelitian bersifat situasional yakni bergantung dimana dan kapan siswa belajar mendalang. Hasil penelitian menemukan tiga model pembelajaran dalang. Pertama, model pembelajaran dalang di Sekolah dengan sistem dan aturan yang ketat, seperti  kurikulum, jadwal belajar, memiliki standar kompetensi dan standar kelulusan. Kedua, model pembelajaran dalang di Luar Sekolah, yaitu lembaga kursus. Ketiga,  model pembelajaran dalang di Luar Sekolah yang berbentuk Sanggar Seni.

 

This study aims to describe the learning model (inheritance) of dalang competence. Efforts to overcome  the problems of  the study used qualitative research paradigms. To determine the learningmodel it was used an indirect approach of  Roger namely a non-directive interview. To fi nd out the requirements for competent dalang it was used structurasionistic approach. Setting of  the reseach is  world of puppetry, while research sites are situational, ie, depends where and when students learn a performer. The reseach founded three dalang learning models. First, the dalang learning model school system and the strict rules, such as a curriculum, a schedule of learning, competency standars and graduation standards.  Second, learning models are in out of school (non-formal school),for instance in the course  institution. Third, the dalang learning model in out of school (non-formal school) named  art studios.


Keywords


model pewarisan, kompetensi, dalang

Full Text:

PDF

References


Amir, Hazim. 1991. Nilai-nilai Etis dalam Wayang. Jakarta: Sinar Harapan.

Berger, Peter L. & Luckmann Thomas. 1990. Tafsir Sosial atas Kenyataan. Terjemahan Hasan Basri. Jakarta: LP3ES.

Bryant, Christopher G.A & David Ivevy. 1991. Gidden’s Theory of Structuration: A Critical Appreciation. New York: Routledge.

Giddens, Anthony. 1984. The Constitution of Society: Outline of The Theory of Structuration. Cambridge: Polity Press.

_____. 1991. Structuration Theory: Past, Preseny, and Future, dalam Bryan, Christopher GA and David Jarry (ed),. Giddens’ Theory of Structuration: A Critical Appreciation. London: Routledge,. p. 201-221. Groenendael, Clara van. 1986. The Dalang Behind The Wayang. Dordrect-Holand: Foris Publication.

Jazuli, M. 2000. Dalang Pertunjukan Wayang Kulit Purwa. Studi Ideologi Dalang dalam Perspektif Hubungan Masyarakat dan Negara. Disertasi Universitas Airlangga Surabaya.

_____. 2008. Paradigma Kontekstual Pendidikan Seni. Surabaya: Unesa Press.

Kayam, Umar. 1993/1994. Contemporary Wayang Performance: Its Development and Spreading. Report of the First-Year Project Toyota Foundation. Tokyo Japan.

Lincoln, Yvonna S dan Egon G. Guba. 1985. Naturalistic Inquiry. Newbury Park California: SAGE Publicatin Ltd.

Magnis-Suseno, Frans. 1984. Etika Jawa: Sebuah Anallisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: Gramedia.

Murtiyoso, Bambang. 1995. “Faktor-faktor Pendukung Popularitas Dalang”. Tesis Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

------- dan Suratno. 1992. Studi Repertoar Lakon Wayang Yang Beredar Lima Tahun Terakhir di Daerah Surakarta. Laporan Penelitian. Surakarta: Yayasan Musikologi Indonesia.

Ritzer, George. 1980. Sociology: A Multiple Paradigm Science. Boston, London, Sydney, Toronto: Allyn and Bacon, Inc.

-------. 1996. Sociologi Modern Theory. New York: Alfred A. Knofpf.

Soedijarto. 1997. Memantabkan Kinerja Sistem Pendidikan Nasional Dalam Menyiasati Manusia Indonesia Memasuki Abad Ke-21. Jakarta: Proyek Perencanaan Terpadu dan Ketenagaan Diklusepora.

Soemanto, Wasty. 2009. Psikologi Pendidikan Landasan Kerja Pemimpin Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Spradley, James P. 1979. The Ethnographic Interview. New York: Holt, Reinhart and Wiston.

Uno, Hamzah B. Model Pembelajaran: Menciptakan Proses belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.

Waluyo, Kanthi. 1994. Peranan Dalang Dalam Menyampaikan Pesan Pembangunan. Jakarta: Ditjen Pembinaan Pers dan Grafi ka Deppen.




DOI: https://doi.org/10.15294/harmonia.v11i1.2072

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.