Perkembangan Tari Ritual Menuju Tari Pseudoritual di Surakarta (The Development of Ritual Dance toward Pseudoritual Dance in Surakarta)

Moh Hasan Bisri

Abstract


Seni tari merupakan cermin dari realitas manusia yang dicoba dikemas lewat"gerak-musikal". Kekuatan seni tari terletak pada makna di belakang setiap gerakanyang dipandu dengan alunan iringan musik. Realitas alam fisik maupun non fisikditampilkan seni tari dengan gerakan yang mempunyai arti bagi manusia itusendiri. Sejak jaman prasejarah telah diketahui bahwa tari lahir didasari olehkegunaannya pada masyarakat jamannya. Pada masyarakat primitif sangatdirasakan tari sebagai sarana atau media untuk mencapai suatu kebutuhan, merekasangat percaya dengan menari akhirnya apa yang diinginkan akan tercapai. Tariupacara sebagai media persembahan dan pemujaan terhadap kekuasaan yang lebihtinggi dengan maksud untuk mendapatkan perlindungan, demi keselamatan,kebahagiaan dan kesejahteraan hidup masyarakat. Dengan demikian, tari upacarajuga disebut tari ritual. Pada tari upacara (ritual) faktor keindahan adalahsekunder, yang mengutamakan kekuatan yang dapat mempengaruhi kehidupanmanusia sendiri ataupun hal-hal di luar diri manusia. Keindahan jiwa manusia itusendiri dimanifestasikan menjadi bentuk gerak tari. Tari dilaksanakan untukmendapatkan makanan, menghormati orang mati, atau untuk menjamin tertib yangbaik dalam kosmos. Tarian tersebut dilangsungkan pada kesempatan inisiasi,upacara magis-religius, perkawinan, dan sebagainya.

Kata Kunci : perkembangan, tari ritual, psiuduritual.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15294/harmonia.v8i1.798

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.