Beksan Wireng Mangkunagaran Tahun 1757-1987: Kajian Historis (Mangkunagaran WirengDance 1757-1987: A Historical Study)

Nanik Sri Sumarni

Abstract


Kehadiran Beksan Wireng Mangkunagaran era tahun 1757-1987 berkaitan erat dengan jiwa kepemimpinan dan perjuangan R.M. Said sebagai pendiri kadipaten. Semangat perjuangan yang terkenal dengan semboyan "Tiji Tibeh" dan Tri Darma tercermin dalam karya-karya tari, sebagian besar karya tari berbentuk wireng atau peperangan. Ada beberapa sumber tentang pengertian tari Wireng yaitu dari Serat Centhini, Serat Sastramiruda, Serat Wedataya, Serat Kridhwayangga, yang masing-masing memiliki pemahaman dan penjabaran yang berbeda. Beksan Wireng mencapai zaman keemasan pada masa pemerintahan K.G.P.A.A. Mangkunagara V. Hal ini sebagai tanda sejarah berdirinya Kadipaten, yang telah diperjuangkan oleh R.M. Said dan pengikutnya melawan VOC merupakan perang Suksesi Tanah Jawa tahun 1741-1757. Maka untuk mengenangnya lahiriah karya-karya tari dengan judul Beksan Wireng.

 

Kata Kunci: Beksan Wireng, Mangkunagaran, Sejarah.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15294/harmonia.v5i3.820

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.