ANALISIS KONVERGENSI ANTAR PROVINSI DI INDONESIA SETELAH PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH TAHUN 2001-2012

Andrian Syah Malik

Abstract


Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat keanekaragaman yang tinggi seperti suku bangsa, budaya, sumber daya alam, pendidikan, sosial dan ekonomi di setiap daerah. Untuk mengatur tingkat keanekaragaman tersebut, pembangunan di tingkat daerah diatur oleh pemerintah pusat dengan menjadikan Pulau Jawa sebagai pusat perekonomian nasional. Hal tersebut membuat provinsi-provinsi yang kaya sumber daya alam menuntut pemberian transfer anggaran yang lebih dan pemberian hak dan wewenang kepada tiap-tiap daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan di tingkat daerah. Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu pertama, mengindentifikasi tingkat konvergensi di Indonesia setelah pelaksanaan otonomi daerah. Kedua, menganalisis pengaruh Penanaman Modal Asing (PMA), dana perimbangan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap pertumbuhan PDRB per kapita di Indonesia setelah pelaksanaan otonomi daerah tahun 2001-2012. Data penelitian adalah data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Penghitungan konvergensi sigma menggunakan standar deviasi log PDRB per kapita antar provinsi, sementara penghitungan konvergensi beta menggunakan analisis regresi data panel dengan pendekatan fixed effect model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi konvergensi sigma dan konvergensi beta setelah pelaksanaan otonomi daerah tahun 2001-2012. Variabel PMA, dana perimbangan dan IPM berpengaruh posittif terhadap pertumbuhan PDRB per kapita di Indonesia setelah pelaksanaan otonomi daerah.

Indonesia is a country which has many kinds of ethnic groups, cultures, natural resources, educations, socials, and economics in every region. To manage the diversity, development at the local level is set by the central government by becoming the Island of Java as the center of the national economy. That problem makes the provinces which are rich in natural resources demand for more budget transfers and ask for grant rights and privileges to each region to set up and manage its own affairs at the local level. Therefore, this study has two objectives: first, to identify the level of convergence in Indonesia after the implementation of regional autonomy. Second, to analyze the influence of foreign direct investment (PMA), the fund balance and the human development index (IPM) on the growth of GDP per capita in Indonesia after the implementation of regional autonomy in 2001-2012.The data used in this research is secondary data published by the Central Bureau of Statistics and Ministry of Finance of the Republic of Indonesia. Calculations of sigma convergence used standard deviation log Gross Regional Domestic Income (PDRB) per capita among the provinces, while the calculation of beta convergence used panel data regression analysis with fixed effect model approach. The results of this study indicate that there is convergence sigma and beta convergence after the implementation of regional autonomy in 2001-2012. Foreign direct investment (PMA), the fund balance and the human development index (IPM) have positive effects on the growth of GDP per capita in Indonesia after the implementation of regional autonomy.


Keywords


Convergence; Regional Autonomy; Foreign Investment; Budget Balance; Human Development Index

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15294/jejak.v7i1.3846

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.