ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPOR JAGUNG DI INDONESIA TAHUN 1982 2012

Lisa Revania

Abstract


Jumlah produksi jagung yang lebih besar dibandingkan dengan konsumsi jagung menunjukkan bahwa tidak pernah terjadi ketimpangan antara produksi dan konsumsi jagung secara nasional. Akan tetapi, selama kurun waktu 1982 - 2012 impor jagung Indonesia memiliki kecenderungan meningkat. Selain itu, kenaikan GDP, menguatnya kurs, kenaikan harga domestik, dan turunnya harga impor diduga berpengaruh terhadap kenaikan volume impor jagung di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi impor jagung di Indonesia. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah produksi, kurs, GDP, konsumsi industri, konsumsi rumah tangga, harga jagung domestik, dan harga jagung impor. Model analisis ekonometrika yang digunakan dalam penelitian ini adalah Error Correction Model (ECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) data stasioner pada first difference (2) data yang digunakan terkointegrasi artinya adanya hubungan parameter jangka panjang (3) nilai koefisien ECT adalah 0,612997 dan signifikan pada ? = 5%, artinya model yang digunakan sudah sah atau valid. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Dalam jangka pendek, variabel produksi, GDP, konsumsi industri, dan konsumsi rumah tangga berpengaruh signifikan terhadap impor jagung (2) Dalam jangka panjang, produksi, kurs, GDP, konsumsi industri, konsumsi rumah tangga dan harga jagung impor, terbukti berpengaruh signifikan terhadap impor jagung di Indonesia.

Total corn production is found to be larger than the consumption of maize. This implies that the imbalance condition between production and consumption of corn in nationwide level never happened. However, from 1982 to 2012, the imports of maize increased. In addition, the increase of GDP, the strengthening exchange rate, the increase of domestic price, and the falling import prices rise were alleged to affect on the volume of imports of maize in Indonesia. This study aims to analyze the factors affecting the import of maize in Indonesia. The variables that are used in this study is the production, exchange rate, GDP, industrial consumption, household consumption, price of domestic corn, and price of imported corn. Econometric analysis model used is Error Correction Model (ECM). This research reveals : (1) the data is stationary at first difference; (2) data used cointegrated means an association of long-term parameters; and (3) ECT coefficient is 0.612997 and is significant at ? = 5 % meaning that the model used is valid. The conclusions of this study are: (1) In the short term, production, GDP, industrial consumption, and household consumption have a significant effect on the import of corn; (2) In the long term, production, exchange rate, GDP, industrial consumption, household consumption, and the price of domestic corn have a significant effect on maize imports in Indonesia.


Keywords


ECM; import; and corn

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15294/jejak.v7i1.3847

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.