Pilkada Serentak melalui DPRD: Sebuah Gagasan Mewujudkan Pilkada Demokratis Perspektif Pancasila dan UUD 1945

Mokhamad Abdul Aziz

Abstract


Unison in the succeeding organized the elections after December 9, 2015 as part of efforts to strengthen electoral democracy, Indonesia faced with the challenges of building a democratic substance. One that deserves to be evaluated is a system of direct election by the people. Although it has been conducted simultaneously, direct election is still too extravagant, yet produces the ideal leader, even a lot of them were involved in corruption cases, and most important their actions are not in line with the Indonesian democracy typical. Pancasila mandates that Indonesia's democracy is a democracy that is led by the inner wisdom of deliberations-representation. This is called modern democracy. Through Parliament elections simultaneously is the solution to realize the Indonesian democratic elections typical.


Keywords


Simultaneous Local Elections; Direct Democracy; Democracy of Pancasila

Full Text:

PDF

References


Agustino, L. (2009). Pilkada dan dinamika politik lokal. Pustaka Pelajar.

Alamsyah, M. N. (2014). Fenomena Electocracy dalam Pilkada Langsung di Indonesia. Academica, 4(1).

Ali, A. A. S. (2009). Negara Pancasila: jalan kemaslahatan berbangsa. Jakarta: LP3ES.

Ali, N. (2003). Pilkada di Era Otonomi: Berlayar Sambil Menambal Lubang di Kapal. CV Aneka Ilmu.

Amirudin, A. Zaini Bisri.(2006). Pilkada Langsung Problem dan prospek Sketsa Singkat Perjalanan Pilkada, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arend Lijphart, D. (1984). Patterns of Majoritarian and Consensus Government in Twenty-One Countries.

Budiardjo, M. (2003). Dasar-dasar ilmu politik. Gramedia pustaka utama.

Dahl, A. Robert, 1992. Demokrasi dan Para Pengkritiknya.

Dahl, R. A. (1985). Dilema demokrasi pluralis: antara otonomi dan kontrol. CV Rajawali.

Dahl, R. A. (2001). Perihal Demokrasi: Menjelajahi Teori dan Praktek Demokrasi Secara Singkat. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Fathoni, Kabut Asap Panitia Pesta Demokrasi, makalah diakses dari https://www.academia.edu/7803279/ Pemilu_Serentak_dan_Permasalahannya

Fatwa, A. M. (2002). Otonomi daerah dan demokratisasi bangsa. Yarsif Watampone.

Giddens, A. (2003). Jalan ketiga dan kritik-kritiknya. Edisi terjemahan, dari buku The third way and its critiques, Penerjemah: Imam Khoiri. Yogyakarta: IRCiSoD.

Smith, B. C., & Smith, B. C. (1985). Decentralization: the territorial dimension of the state (pp. 1-52). London: Allen & Unwin.

Held, D. (2004). Demokrasi dan Tatanan Global: Dari Negara Modern hingga Pemerintahan Kosmopolitan. Terjemah: Damanhuri,(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004).

Noer, D. (1988). Islam dan Politik: Mayoritas atau Minoritas. Prisma, 5.

Jimly, A. (2006). Hukum Tata Negara dan pilar-pilar demokrasi.

Jimly, A. (2002). Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat.

Marijan, K. (2010). Sistem politik Indonesia: konsolidasi demokrasi pasca-Orde Baru. Kencana Prenada Media Group.

Sargent, L. (2008). Contemporary political ideologies: A comparative analysis. Nelson Education.

Mahfud, M. (2000). Demokrasi dan konstitusi di Indonesia. Rineka Cipta.

Abdullah, R. (2005). Pelaksanaan otonomi luas dengan pemilihan kepala daerah secara langsung. RajaGrafindo Persada.

Latif, Y. (2011). Negara paripurna: historisitas, rasionalitas, dan aktualitas Pancasila. Gramedia Pustaka Utama.

Mohammad Nasih, Demokrasi dan Defisit Pemimpin Autentik, (Koran Sindo, 3 Oktober 2015).

Susilo, Menyongsong Pilkada yang Demokratis, (Artikel, Jurnal Legislasi Indonesia, Vol. 2 No. 2 Juni 2005)

www.news.liputan6.com (Diakses 22 Maret 2015).

www.mahkamahkonstitusi.go.id (Diakses 22 Maret 2016)

www.nasional.kompas.com (Diakses 22 Maret 2016).

www.teropongsenayan.com, (Diakses 22 Maret 2016).Anwar, M. Syafii, Pemikiran dan Aksi Islam di Indonesia, Jakarta: Paramadina, 1995.




DOI: https://doi.org/10.15294/jpi.v1i2.6582

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review

License URL: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/