The Effect of Physical and Socio-cultural Environments on the Access of Family Planning Service in Poor Couples of Reproductive Age in Sabu Raijua Regency

Aysanti Yuliana Paulus, Arman Rifat Lette

Abstract

One strategic decision from Indonesian government in order to slow the rate of population growth is national family planning (FP) program. One common problem regarding contraceptives in the community is the presence of negative perception regarding contraceptives. Numerous growing rumors or believes in the community often produces fear regarding contraceptives usage. This research aimed to analyze and study the influence of physical and socio-cultural environments on the access of family planning service in poor couples of reproductive age in Sabu Raijua Regency. This was an analytic observational study using mixed method. The results of quantitative analysis showed that factors which affect the access of FP service in poor couples of reproductive age were believe (p-value of 0.046), significant others (p-value of 0.014), and transportation (p-value of 0.0001). Meanwhile, tradition did not have significant effect (p-value of 1.000). From the results of qualitative analysis, several believes were found in the people of Sabu Raijua Regency, namely: FP could cause disease, FP could cause infertility, ancestor’s prohibition, and local believes (Jingitiu). Significant others factors consisted of lack of support or the presence of prohibition from husband or parent-in-law on the ground of fear that the wife could be sick or could not work appropriately. Transportation factor consisted of lack of private vehicle or public transportation which made the respondent reluctant to access FP service (probability of 92.99%).

Keywords

Keluarga Berencana, Pasangan Usia Subur (PUS), Akses Pelayanan KB, Faktor Lingkungan, Faktor Sosial Budaya

Full Text:

PDF

References

Ariningrum, R. and Sukoco, N. E. W. (2012) ‘Studi Kualitatif Pelayanan Kesehatan untuk Kelompok Adat Terpencil (KAT) di Kabupaten Kepulauan Mentawai’, Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 15(3), pp. 250–258.

BKKBN (2018) Laporan jumlah Akseptor KB Baru dan lama tahun 2015-2017. Kupang: BKKBN Provinsi NTT.

Budisantoso, S. I. (2009) ‘Partisipasi Pria Dalam Keluarga Berencana Di Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul’, The Indonesian Journal of Health Promotion, 4(2), pp. 103–114. doi: 10.14710/jpki.4.2.103-114.

Chasanah, S. U. (2017) ‘Peran Petugas Kesehatan Masyarakat dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu Pasca MDGs 2015’, Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 9(2), p. 73. doi: 10.24893/jkma.9.2.73-79.2015.

Darahim, A. (2010) Kependudukan dan peran pendidikan kependudukan dalam mendukung program KB Nasional. Jakarta: BKKBN.

Donovan, R. J & Henley, N. (2003) Social Marketing, Principle and practice. Melbourne: IP Communication.

Dzalva Alfiah, I. (2015) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kalideres Tahun 2015.

Ekarini, S. M. B. (2010) Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Partisipasi Pria dalam Keluarga Berencana di Kecamata Selo Kabupaten Boyolali. Universitas Diponegoro. Available at: http://eprints.undip.ac.id/18291/1/Sri_Madya_Bhakti_Ekarini.pdf.

Harahap, Y., Revida, E. and Asfriyati (2013) ‘Pengaruh Budaya Akseptor KB terhadap Penggunaan Kontrasepsi IUD di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang’, pp. 0–8. Available at: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/35039.

Hawkins, L. J. and Broaddus, M. (2016) ‘The association of attitudes about contraceptives with contraceptive use in a random sample of Colorado women’, The Social Science Journal, 53(2), pp. 167–173. doi: 10.1016/j.soscij.2016.03.001.

Hobstetter, M. et al. (2015) ‘“In rape cases we can use this pill”: A multimethods assessment of emergency contraception knowledge, access, and needs on the Thailand - Burma border’, International Journal of Gynecology and Obstetrics. Elsevier B.V., 130, pp. E37–E41. doi: 10.1016/j.ijgo.2015.05.008.

Hudha Fadhila, N., Widoyo, R. and Elytha, F. (2017) ‘Unmed Need Keluarga Berencana Pada Pasangan Usia Subur Di Kecamatan Padang Barat Tahun 2015’, Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10(2), p. 151. doi: 10.24893/jkma.10.2.151-156.2016.

Ida Ayu Chandranita Manuaba, Manuaba, I. B. G. F. and Manuaba, I. B. G. (2010) Ilmu kebidanan, penyakit kandungan, dan KB untuk pendidikan bidan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran.

Indrawati, N. D. (2011) ‘Analisis Faktor Kebijakan dan Pengetahuan Tentang Pelayanan KB yang Berhubungan dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi IUD pada Ibu PUS Akseptor KB di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang’, Unimus, 2(3), pp. 1–28.

Luti, I. et al. (2012) ‘RUJUKAN KESEHATAN DAERAH KEPULAUAN di daerah terpencil dan kepulauan di Kabupaten mengetahui gambaran kebijakan yang dilakukan rujukan yang melewati laut dan rujukan yang hanya Beberapa jenis alat transportasi yang digunakan dalam proses rujukan ini adala’, 01(01), pp. 24–35.

Muhatiah, R. (2012) ‘Partisipasi Pria Dalam Program Keluarga Berencana (Kb)’, Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 11(1), p. 1. doi: 10.24014/marwah.v11i1.502.

Noorkasiani; Krisanty, Paula; Mamah, S. (2012) Sosiologi Kebidanan. Jakarta: CV. Trans Info Media.

Notoatmojo, S. (2010) Promosi Kesehatan teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Pandey, S. V and Sarajar, A. N. (2017) ‘Pentingnya Pembangunan Sarana Prasarana Transportasi sebagai Upaya Membangun Desa di Kabuapten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara’, 5(10), pp. 649–656.

Pinontoan, S., Solang, S. D. and Tombokan, S. G. J. (2014) ‘Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim Di Puskesmas Tatelu Kabupaten Minahasa Utara’, Jurnal Ilmiah Bidan, 2(1), pp. 17–23. Available at: https://media.neliti.com/media/publications/91085-ID-faktor-faktor-yang-berhubungan-dengan-pe.pdf.

Pohan, I. S. (2004) Jaminan Mutu Pelayanan Kesehatan: Dasar-dasar Pengertian dan Penerapan. Jakarta: EGC.

Quinn, D. A., Mitchell, S. J. and Lewin, A. (2017) ‘The Role of Teen Mothers’ Support Relationships in Maintenance of Contraceptive Use’, Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology. Elsevier Ltd, 30(1), pp. 35–40. doi: 10.1016/j.jpag.2016.08.008.

Rades, M. and Susianti, M. Y. (2015) ‘The Relationship Between Knowledge And Education Of Mom With Using Contraceptive Devices In Satelit Health Care , Bandar Lampung Angka Kelahiran Kasar ( Crude Faktor-faktor’, 4, pp. 66–73.

Rafidah, I. (2012) ‘Pengaruh Dukungan Suami Terhadap Kepatuhan Akseptor Melakukan KB Suntik’, Jurnal Biometrika dan Kependudukan, 1, pp. 72–78.

Rahman, H. et al. (2013) ‘Knowledge of, attitudes toward, and barriers to the practice of emergency contraception among women in Sikkim, India’, International Journal of Gynecology and Obstetrics, 122(2), pp. 99–103. doi: 10.1016/j.ijgo.2013.03.016.

Raijua, D. K. K. S. (2018) Profil Kesehatan Kabupaten Sabu Raijua.

Sastroasmoro, S. (2011) Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: Sagung Seto.

Sirait, A. M. (2015) ‘Kepercayaan Lokal Di Indonesia’, Kuriositas, edisi VIII.

Sobur, A. (2013) Psikologi umum dalam lintasan sejarah. Bandung: Pustaka Setia.

Strøm-Roum, E. M., Lid, J. and Eskild, A. (2016) ‘Use of contraception among women who request first trimester pregnancy termination in Norway’, Contraception, 94(2), pp. 181–186. doi: 10.1016/j.contraception.2016.04.005.

Sulistyawati (2011) Asuhan kebidanan pada masa kehamilan. Jakarta: Salemba Medika.

Sunarsih, Nita, E. and Damayati Rinifiya (2015) ‘Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Wanita Usia Subur (Wus)Di Kelurahan Campang Raya Bandar Lampung’, Jurnal Kebidanan, 1(3), pp. 110–115. Available at: www.ejurnal.malahayati.ac.id.

Suryawati, C. (2007) ‘Faktor Sosial Budaya dalam Praktik Perawatan Kehamilan, Persalinan, dan Pasca Persalinan (Studi di Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara)’, The Indonesian Journal of Health Promotion, 2(1), pp. 21–31. doi: 10.14710/jpki.2.1.21-31.

Uddin, J., Pulok, M. H. and Sabah, M. N. (2016) ‘Correlates of unmet need for contraception in Bangladesh: does couples’ concordance in household decision making matter?’, Contraception, 94(1), pp. 18–26. doi: 10.1016/j.contraception.2016.02.026.

Vigoureux, S., Bajos, N. and Ringa, V. (2018) ‘Effect of Parent-Daughter Communication about Sex on the Use of Less Effective Contraception among Women from Ages 15-24 Years in France.’, Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology2, 31(1), pp. 33–39. doi: 10.1016/j.jpag.2017.08.003.

Wahyuningsih, A. et al. (2012) ‘Faktor Perilaku yang Mempengaruhi Akseptor Keluarga Berencana Drop Out’.

Winarno, H. dan (2014) Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

Wulandari, S. (2015) ‘Hubungan Faktor Sosial Budaya dengan Keikutsertaan KB IUD di Puskesmas Mergansan Kota Jogjajakarta tahun 2013’, Medika Respati, 10, pp. 17–23. Available at: http://medika.respati.ac.id/index.php/Medika/article/view/35/33.