Detection of Dengue Virus Transovarial Transmission in Asedes Spp in DHF Endemic Areas

Heru Subaris Kasjono

Abstract


Abstract. Virus Dengue adalah golongan virus RNA yang sangat patogen pada manusia dan cepat menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus terutama di negara tropis. Lebih dari setengah milyar dari 100 negara di dunia memiliki risiko serius terhadap infeksi virus Dengue. Kegiatan surveilans vektor dengan Ovitrap serta deteksi jenis virus Dengue pada Aedes Spp belum pernah dilakukan di Kota Pontianak. Hal ini penting dalam sistem kewaspadaan dini di fokus-fokus transmisi. Tujuan peneltian ini  untuk membuktikan adanya transmisi transovarial virus Dengue pada nyamuk Aedes Spp dengan indeks transmisi transovarial (ITT) pada wilayah Endemis di Kota Pontianak Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional deskriptif, metedo pemriksaan virus dengan imunositokimia streptavidin biotin peroxidase complex (ISBPC) dan Polymerase Chain Reaction Transcription Reaction (PCR) bertujuan membuktikan  adanya transmisi transovarial virus Dengue pada  periode yang sama. Kesimpulan dalam penelitian ini  adalah terbukti adanya transmisi transovarial virus dengue pada nyamuk Aedes di wilayah endemis sebesar 29,3% di kelurahan Sungai Jawi Dalam Kecamatan Pontianak Barat dan 39,6% dikelurahan Batu layang Kecamatan Pontianak Utara, kepadatan nyamuk dari hasil pengukuran Indeks Ovitrap (IO) di Keluarahan Batu layang lebih padat yaitu 41,3%, disbanding kelurahan Sungai Jawi yaitu 38,22% serta berhasil mengidentifikasi jenis Virus dengue yaitu Strain virus Dengue-3 di kedua lokasi penelitian tersebut

Keywords


transmisi transovarial,virus dengue, Aedes aegypti

References


Achmadi, U.F, 2010, Manajemen Demam Berdarah Berbasis Wilayah, Buletin Jendela Epidemiologi, 2, 15-19

Affandi, 2011, Perbedaan Infeksi Transovarial Virus Dengue Nyamuk Aedes aegypti di Daerah Endemis. Studi Epidemiologi pada Daerah Endemis Tinggi, Endemis Sedang dan Endemis Rendah DBD di Kecamatan Genuk Semarang Periode April-Juli 2011, KTI, Fakultas Kedokteran Universitas Sulatan Agung Semarang, Semarang

Cutwa M, O’Mcora,G.F., 2006, Photografic Guide to Common Mosquites of Florida, FloridaMedical Entomology Laboratory, University of Florida, Florida.

Dinkes Kota Pontianak, 2014, Profil Dinkes Kota Pontianak.

Dinkes Kota Pontianak, 2014. Data Sureveilans DBD .

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, 2014 Profil Dinkes Provinsi Kalimantan Barat

Febrianto, MR, 2012, Analisis Spasiotemporal Kasus Demem Berdarah Dengue di Kecamatan Ngaliyan Bulan Januari-Mei 2012, Jurnal Media Medika Muda, UNDIP Semarang.

Hadinegoro SR, Ismoedijanto M, Alex C, 2014. Pedoman diagnosis dan Tata Laksana Infeksi Virus pada Anak. Bagian Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Hasyimi, M., Eny W. Lestari, Supratman, S. 1992. Kesenangan Bertelur Aedes sp, Pusat Penelitian Ekologi Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI, Jakarta, dibawakan pada Kongres Entomologi IV, di Yogyakarta.

Henchal E.A.and Putnak, J.R.1990. The Dengue Viruses. Clin Microbiol Rev.3(4):376-396

Joshi V, Mourya DT, Sharma RC, 2002. Persistence of Dengue-3 Virus Through Transovarial Transmission Passage In Successive Generations of Aedes aegypti Mosquitoes. Am.J.Trop.Med.Hyg.,67 :158 –161.

Kementerian Kesehatan RI, 2014. Pencegahan dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue, Jakarta: Kemenkes RI (Online) Tersedia di: http://www.depkes.go.id/folder/view/01/structure-publikasi-pusdatin-profil-kesehatan.htm (diakses 3 Maret 2015)

Kusriastuti R, 2007. Kebijaksanaan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Dalam Simposium Nasional Demam Berdarah Dengue, Aspek biologi Molekuler,Pathogenesis, Manajemen, Dan Pencegahan Kejadian Luar Biasa. Pusat Studi Bioteknologi, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 16 Mei 2007.

Leake, C.J. 1984. Transovarial Transmission of Arbovirus by Mosquitoes. In MA. Mayo

Lee, H.L. & Rohani, A. 2005. Transovarial Transmission Of Dengue Virus In Aedes aegypti And Aedes albopictus In Relation to Dengue Outbreak In An Urban Area In Malaysia. Dengue Bulletin. 29 : 106-111.

Mardihusodo, S.J., Satoto, T.B.T., Mulyaningsih, B., Umniyati, S.R. & Ernaningsih. 2007. Bukti Adanya Penularan Virus Dengue Secara Transovarial Pada Nyamuk Aedes aegypti Di Kota Yogyakarta. Simposium Nasional Aspek Biologi Molekuler, Patogenesis, Manajemen dan Pencegahan KLB, Pusat Studi Bioteknologi UGM, Yogyakarta, 16 Mei 2007.

Rohani A, Zamree I, Joseph RT and Lee HL. 2008, Persistency of transovarial dengue virus in Aedes aegypti (linn.). Southeast Asian J Trop Med Public Health..39: 5:813-816

Seran Magdalena desiree & Prasetyowati Heni, 2012.. Transmisi Transovarial Virus Dengue Pada Telur Nyamuk Aedes Aegypti (L.). Aspirator Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis. 4: 2 : 59-61

Soegijanto, Soegeng dkk. 2012. The Changging Clinical Performence of Dengue Virus infection in The Year 2009. Indonesian Jurnal of Tropical and infectious disease Vo..3 No. 1 January-March 2012: 5-9

Supriyadi, Didi. 2012. Sistem Informasi Penyebaran Penyakit Demam Berdarah Menggunakan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation. Semarang: Unpad

Suroso, Erlin Listianingsih, Sutaryo, Suhendro, Soegeng Yuwono, Cyrus S, 2005, Kajian KLB Demam Berdarah Dari Biologi Molekuler sampai pemberantasannya, Pusat Kedokteran Tropis . Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta.

Umniyati S.R., 2009. Teknik imunositokimia menggunakan antibodi monoklonal antidengue DSSC7 untuk kajian patogenesis infeksi virus dengue dan surveilansi vektor. Disertasi. Sekolah Pasca Sarjana. Ilmu-ilmu Kesehatan dan Kedokteran. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Umniyati, S,R. 2004. Prelimenary investigation on the transovarial transmission of Dengue Virus in the population of Aedes aegypti in the well. Dalam Seminar Hari Nyamuk IV, 21 Agustus 2004 di Surabaya.

WHO, Regional Office for South Eas Asia. 2011. Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever: Revised and expanded edition. SEARO Techincal Publication Series No.60. Inida

Widiarti, Boewono, Widyastuti, Mujiono dan Lasmiati, 2006. Deteksi virus Dengue pada induk dan progeny vektor demam berdarah Aedes aegypti di beberapa daerah endemis di Jawa Tengah. Dalam Seminar sehari strategi pengendalian vektor dan reservoir penyakit pada kedaruratan bencana alam di era desentralisasi, Salatiga 20 September 2006.

Widodo. Mariyanto. 2012. Tips Pencegahan Datangnya Penyakit Demam Berdarah Dengue. Dalam http://www.magetanindah.com/2013/01/tips-pencegahan-datangnya-penyakit-demam-berdarah-dengue.html [diakses pada 5 Maret 2016].

Widyawati. Dkk. 2011. Penggunaan Sistem Informasi Geografi Efektif Memprediksi Potensi Demam Berdarah Di Kelurahan Endemik. Makara, Kesehatan, Vol. 15, No. 1, Juni 2011: 21-30 21.

Yulfi, H. Persistency of Transovarian Dengue Virus in Aedes aegypti. 2006. (http://library.usu.ac.id/download/fk/pdf) Diakses pada 26 Desember 2015

Thenmozhi V, Hiriyan JG, Tewari SC, Samuel PP, Paramasivan R, Rajendran R, Mani TR, Tyagi BK. Natural vertical transmission of Dengue virus in Aedes albopictus (Diptera:Culicidae) in Kerala a Southern Indian State. Centre for Research in Medical Entomology. Madurai: Indian Council of Medical Research, 2007

Mardihusodo SJ, Satoto TBT, Mulyaningsih B, Umniyati SR, Ernaningsih. Bukti adanya penularan virus Dengue secara transovarial pada nyamuk Aedes aegypti di Kota Yogyakarta. Simposium Nasional Aspek Biologi Molekuler, Patogenesis, Manajemen dan Pencegahan KLB. Yogyakarta: Pusat Studi Bioteknologi UGM, 2007

Putri, D.F., Widya, A., Sugeng, M.J. and Sitti, U.R., 2018. The potency of polygamy behavior in Aedes aegypti mosquitoes by venereal transmission dengue virus. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 13(3): 382-388.

Joshi V, Singhi M, Chaudary RC. Transovariaol Transmision of dengue-3 virus by Aedes Aegypty. Trans R Soe Trop Med Hyg 90: 643-644




DOI: https://doi.org/10.15294/kemas.v17i4.28007

Refbacks





Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.