MASA KERJA, SIKAP KERJA DAN KEJADIAN SINDROM KARPAL PADA PEMBATIK

Cris Purwandari Mulyawati Agustin

Abstract


Sikap kerja yang tidak alamiah dan cara kerja yang tidak ergonomis dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada pekerja salah satunya yaitu gangguan gerakan pada bagian tubuh tertentu seperti tangan atau disebut musculoskeletal, salah satunya sindrom terowongan karpal. Pembatik merupakan pekerja sektor informal, dimana pada saat membatik melakukan gerakan berulang, gerakan tangan dengan kekuatan, posisi fleksi dan ekstensi, sehingga menyebabkan stress pada jaringan disekitar terowongan karpal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan masa kerja dan sikap kerja dengan kejadian STK pada pembatik CV. Pusaka Beruang. Penelitian dilakukan pada tahun 2011, dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 68 orang, dengan sampel berjumlah 22 responden. Instrument penelitian berupa kuesioner dan pengukuran tes phalen. Data dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan masa kerja p=0,029 dan sikap kerja p=0,031 dengan kejadian STK. Masa kerja > 4 tahun dan level sikap kerja yang tinggi mempunyai risiko STK karena terjadi stress disekitar jaringan terowongan karpal. Simpulan pada penelitian ini ada hubungan antara masa kerja dan sikap kerja dengan kejadian STK.

Work attitudes and ways of working that are not ergonomic for a long time can cause a variety of health problems in workers one of the disruption movement on certain body parts hand or musculoskeletal, are one of the sindrom terowongan karpal Batik is an informal sector workers describe or designed batik with the traditional way of working. Which time both do repetitive motion, hand movements with strength, position, position the extension and flexion, hand static, thus causing stress on the network around the carpal tunnel. The purpose of this research is to know the relation tenure and working attitude with STK batik meker in CV. Pusaka Beruang. This research uses the approach of cross sectional. The population in this research is totalling 68 peoples. Sample research amounted to 22 respondents. Research Instrument in the form of questionnaires and measurement test phalen. Data were analyzed by Chi square test. The results showed that there was a relationship tenure p = 0.029 and working attitude p = 0.031 with STK events. Tenure > 4 years and a high level of work attitudes have STK risk due to stress around the carpal tunnel syndrome network. The conclusions in this study no relationship tenure and work attitude with STK.

Keywords


Tenure; Work atituted; Sindrom Terowongan Karpal (STK)

Full Text:

PDF

References


Armstrong, Theodore. 2008. Risk Factors for Carpal Tunnel Syndrome and Median Neuropathy in a Working Population. Journal of Occupational & Environmental Medicine, 50(12): 1355-1364

Foley, Michael. 2007. The economic burden of carpal tunnel syndrome: Long-term earnings of CTS claimants in Washington State. American Journal of Industrial Medicine, 50(3): 155172

Yves, Roquelaure. 2008. Work increases the incidence of carpal tunnel syndrome in the general population. Muscle & Nerve, 37(4): 477-482

Yusuf Rusdi. 2010. Hubungan Antara Getaran Mesin Pada Pekerja Bagian Produksi dan Carpal Tunnel Syndrome Industri Pengolahan Kayu Brumbung Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah, Jurnal Kemas, 5(2):119-126

Lusianawaty Tana, 2003, Sindrom Terowongan Karpal pada Pekerja: Pencegahan dan Pengobatannya, Jurnal Kedokteran Trisakti, 22(3)

Violante, Francesco S. 2007. Carpal Tunnel Syndrome and Manual Work: A Longitudinal Study. Journal of Occupational & Environmental Medicine, 49(11): 1189-1196

Rogier, M van Rijn. 2009. Associations between work-related factors and the carpal tunnel syndromea systematic review. Scandinavian Journal of Work, Environment & Health, 35(1):19-36

Rudiansyah Harahap, 2003, Carpal Tunnel Syndrome, Cermin Dunia Kedokteran No. 141

Shigeharu, Uchiyama. 2010. Current concepts of carpal tunnel syndrome: pathophysiology, treatment, and evaluation. Journal of Orthopaedic Science, 15(1): 1-13

Tarwaka, dkk., 2004, Ergonomi untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas, Surakarta: UNIBA




DOI: https://doi.org/10.15294/kemas.v7i2.2814

Refbacks

  • There are currently no refbacks.