The Community Diagnosis of Filariasis Endemic Villages in Pekalongan City

Sofwan Indarjo, Arum Siwiendrayanti, Eram Tunggul Pawenang

Abstract

The percentages of referrals for the first level health facilities visits are coming from Filariasis cases have increased to 11,699 until 2008. In Pekalongan City, there are 117 infected people in 2011. This study aims at investigating social determinants of filariasis endemic communities in several villages. Surveys using a cross-sectional study design, Population studies that tested positive for finger blood survey (FBS) in 2011-2013. Samples were collected by convenience sampling method sequentially through questionnaires and observation. There were 402 people participating in this study. The result shows that the presence of bushes, puddle, Sewerage are in unfavorable conditions and people do not use mosquito net during sleep and hang clothes. The best prevention practice in Padukuhan Kraton Village is by regularly use mosquito repellent and do not go out at night, Padukuhan Kraton endemic filariasis with mf-rate of 3.7%. Filariasis Elimination Program Year 2011-2015 is carried out properly and in accordance with the regulations of filariasis filariasis Mass Drug Administration (MDA) program. FBS is implemented before MDA (Mass Drug Administration) and handling of cases of chronic filariasis. Respondents have a good knowledge of prevention of transmission of filariasis. Hoewever, the practice of taking the MDA medication is still less. Suggestions for the community are to improve environmental sanitation, improvement of MDA medication and the prevention of transmission of filariasis.

Keywords

Filariasis; Endemic; village; Pekalongan

Full Text:

PDF

References

Amelia, R. (2014). Analsis Faktor Risiko Kejadian Filariasis, Semarang Indonesia. Unnes Journal of Public Health, 3(1).

Ardias, dkk. 2012. Faktor Lingkungan dan Perilaku Masyarakat yang Berhubungan dengan Kejadian Filariasis di Kabupaten Sambas. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, XI(2):199-207.

Bagus Febrianto, dkk. 2008. Faktor Risiko Filariasis di Desa Samborejo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah. Buletin Penelitian Kesehatan, 36(2): 48-58.

Bina Ikawati dan Tri Wijayanti. 2010. Pengetahuan, Sikap dan Praktik Masyarakat Kelurahan Pabean, Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan Tentang Filariasis Limfatik, Jurnal Ekologi Kesehatan, 9(4).

Dina Agustiantiningsih, Praktik Pencegahan Filariasis. 2013. Jurnal Kesehatan Masyarakat, VIII(2): 190-197.

Ditjen PP & PL. 2008. Pedoman Program Eliminasi Filariasis Di Indonesia. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Hasmiwati, Nurhayati. 2009. Kajian Nyamuk Vektor Di Daerah Endemik Filariasis Di Kenagarian Mungo, Kabupaten Lima Puluh Kota. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(2).

Hutagalung, J. 2010. Faktor Risiko Kejadian Penyakit Lymphatic Filariasis di Kabupaten Propinsi Sumatera Barat, Tahun 2010. Jurnal Outbreak Surveillance and Investigation, 7 (1): 9-15.

Juriastuti, P. Kartika, M. Djaja, M. 2010. Faktor Risiko Kejadian Filariasis diKelurahan Jati sampurna. Jurnal Makara Kesehatan, 14(1):31-36.

Ike Ani Windiastuti, dkk, 2013, Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah, Sosial Ekonomi, dan Perilaku Masyarakat dengan Kejadian Filariasis di Pekalongan Selatan Kota Pekalongan, Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, Volume XII, No 1, April 2013, hlm. 51-57.

Mardiana, Enny Wahyu Lestari, Dian Perwitasari, 2010, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Filariasis di Indonesia, Jurnal Ekologi Kesehatan, Vol. 10, No. 2, hal 83 92

Notoatmodjo, Soekidjo, 2012, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta.

Pratama, Gilang Yoghi, 2015, Nyamuk Anopheles sp dan Faktor yang Mempengaruhi di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Medical Journal Of Lampung University Vol. 4, No.1, 2015 hal 20-17,

Puji J, Maya K, I Made D, Dewi S, 2010, Faktor Risiko Kejadian Filariasis Di Kelurahan Jati Sampurna, Makara, Kesehatan, VOL. 14, NO. 1, JUNI 2010: 31-36

Risky Amalia, 2014, Analisis Faktor Risiko Kejadian Penyakit Filariasis, Unnes Journal of Public Health, Volume III, No 1, Maret 2014, hlm. 1-12.

Santoso, 2007, Hubungan Kondisi Lingkungan dengan Kasus Filariasis di Masyarakat (Analisis Lanjut Hasil Riskesdas 2007), Jurnal Aspirator, Volume III, No 1, Tahun 2011, hlm. 1-7.

Satri Mayu Santi, dkk., 2014, Efektifitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Audiovisual Terhadap Perilaku Pencegahan Filariasis, Jom Psik Vol. 1 No. 2, Oktober 2014, Hal 2-8

Sudomo M, Kasnodiharjo, Santoso SS, 1994. Penularan Filariasis di Pemukiman Transmigrasi Kumpeh Ditinjau dari Aspek Sosio Antropologi. Buletin Penelitian Kesehatan, 22 (1), pp. 48-56.

Tri Ramdhani dan Bambang Yunianto, 2009, Aktivitas Menggigit Nyamuk Culex Quinquefasciatus di Daerah Endemis Filariasis Limfatik Kelurahan Pabean Kota Pekalongan Provinsi Jawa Tengah, Jurnal Aspirator Volume 1, No 1, 2009

Yudi Syuhada, 2012, Studi Kondisi Lingkungan Rumah dan Perilaku Masyarakat Sebagai Faktor Risiko Kejadian Filariasis di Kecamatan Buaran dan Tirto Kabupaten Pekalongan, Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol. 11 No. 1 / April 2012

Yulius Sarungu P, Onny Setiani, dan Sulistyani, 2012, Faktor Risiko Lingkungan dan Kebiasaan Penduduk Berhubungan Dengan Kejadian Filariasis di Distrik Windesi Kepulauan Yapen Provinsi Papua, Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia vol 11 No.1 April 2012.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.