Characteristics of Scavengers With Skin Diseases in Wukirsari Landfill, Gunung Kidul, Yogyakarta

Surahma Asti Mulasari, Novianingrum Novianingrum

Abstract

Skin diseases are disorders of the skin caused by fungi, bacteria, parasites, viruses, and infections. Based on the health profile of Indonesia 2010, the number of acquired skin disorder cases in Indonesia was 122076 cases. This study aimed to determine the relationship between the characteristics of scavengers and the incidence of skin diseases at the land-fill at Wukirsari Gunung kidul Yogyakarta. The study design was cross-sectional. The samples were 32 Wukirsari Gunungkidul land-fill scavengers and selected through totality sampling. The data was analyzed using chi square test. Measurement instruments used were questionnaires, checklists sheet, and doctors diagnosis. The result showed that there was a statistically significant relationship between personal hygiene and skin disease incidence (p =0.005; RP=3.193) and between usage of personal protective equipment (PPE) and skin disease incidence (p =0.001; RP=3.086), while there was no statistically significant relationship between skin disease and working duration (p =0.755; RP=1.111).

Full Text:

PDF

References

Adnani, H. 2010. Perilaku Petugas Pengumpul Sampah Untuk Melindungi DirinyaDari Penyakit Bawaan Sampah Di Wilayah Patangpuluhan Yogyakarta Tahun 2009 Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4 (3) : 144-239.

Aisyah, F. Santi, N.U. Chahaya, I. 2012. Hubungan Hygiene Perorangan DanPemakaian Alat Pelindung Diri Dengan Keluhan Gangguan Kulit Pada Pekerja Pengupas Udang Di Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan. Jurnal Lingkungan dan Kesehatan Kerja, 2 (2) : 1-9.

Azhar, K., Hananto, M. 2011. Hubungan Proses Kerja Dengan Kejadian DermatitisKontak Iritan Pada Petani Rumput Laut Dikabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Jurnal Ekologi Masyarakat, 10 (1) : 1-9

Azizah. Setiyowati. 2011. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang PersonalHygiene dengan Kejadian Skabies Pada Balita di Tempat PembuanganAkhir Kota Semarang. Jurnal Dinamika Kebidanan, 1 (1), Januari 2011 : 1-9.

Burhanudin., Budiyono,H., Mulasari,S.A, 2008, Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelainan Kulit Secara Subyektif Petugas Pengangkut Sampah di Kota Yogyakarta, Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 2 (1) : 43-53.

Cahyani. Budiono. 2011. Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian DermatitisPada Nelayan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6 (2) : 134-141.

Fadillah, N dan Dastina, W. 2010. Keluarga Pemulung di Kelurahan Legok, KecamatanTelanaipura kota Jambi. Jurnal Media Akademika, 25 (4) : 311-329.

Guerrero, L.A., Maas, G.,Hogland, W. 2013. Solid Waste Management Challenges For Cities In Developing Countries. Journal Elsevier, 33 : 220-232.

Mayuni, E.L. 2012. Dermatosis (Kelainan Kulit) Ditinjau dari Aspek Keselamatan danKesehatan Kerja pada Pemulung di TPA Terjun Medan Marelan. Jurnal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 11 (2) : 101-108.

Mustikawati, I. 2013. Perilaku Personal Hygiene Pada Pemulung Di Tpa Kedaung Wetan Tangerang. Forum Ilmiah, 10 (1) : 27-35.

Ningtiyas, F.A., Handayani, W.O., Pawenang, T.E., 2013. Sarung Tangan Latex SebagaiUpaya Pencegahan Dermatitis Kontak. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9 (1) : 92-99.

Sajida, A. Santi, D. Naria, E. 2012. Hubungan Personal Hygiene Dan SanitasiLingkungan Dengan Keluhan Penyakit Kulit Di Kelurahan Denai Kecamatan Medan Denai Kota Medan Tahun 2012. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(2).

Thirarattanasunthon. Siriwong. Robson. 2012. Health Risk Protection Behaviors among Scavengers in Municipality Dump Sites, Nakhon Ratchasima Province, Thailand, Asia Pacific Conference on Environmental Science and Technology Advances in Biomedical Engineering, 6 : 415-420.

Wirawan, A. Nurullita, U. Astuti, R. 2011. Hubungan Higiene Perorangan DenganSanitasi Lapas Terhadap Kejadian Penyakit Herpes Di Lapas Wanita Kelas II A Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 7 (1) : 59-70.

Yansen, I. W. Arnatha, I. M. 2012. Analisis Finansial Sistem PengelolaanSampah Di Wilayah Kecmatan Mengwi Kabupaten Badung. Jurnal Ilmu Teknik Sipil, 16 (1) : 107-116.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.