Health Workers Support, Culture and Status of Exclusive Breastfeeding in Sungai Ulin Community Health Center

Fahrini Yulidasari, Fauzie Rahman, Puspa Rani

Abstract

Exclusive breastfeeding is the most important nutrition for baby until 6 months old without any food or drinks addition. Based on Basic Health Research (Riskesdas) 2013, in Indonesia mother who exclusively breastfeeding her baby was still low only 38% while the government policy is targeting 80% in 2010. Furthermore, there was only 13,46% breastfeeding coverage in Sungai Ulin community health center in August 2015. The main factors that cause low exclusive breastfeeding coverage such as health worker support and culture of breastfeeding provision. The objective of this research is to determine correlation between health workers support and culture of breastfeeding with status of exclusive breastfeeding in the area of Sungai Ulin Community Health Center. This research used observational analytic method with case-control design, conducted in 2016. The sample in this study were mothers who have baby aged 6-12 months with 23 as cases (non-exclusive breastfeeding) and 46 as controls (exclusive breastfeeding) or the ratio of 1:2 was determined using the hypothesis test 2 proportion formula. The research used simple random samping technique using univariate and bivariate analysis with Chi-square test with 95% confidence level. The results showed there was correlation between health workers support (p-value = 0,013, OR = 6,271) and culture of exclusive breastfeeding provision (p-value = 0,0001, OR = 8,906) with status of exclusive breastfeeding.

Keywords

exclusive breastfeeding; health worker support; culture

Full Text:

PDF

References

Abdullah GI, Ayubi D. 2013. Determinan perilaku pemberian Air Susu Ibu Eksklusif pada Ibu Bekerja. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional; 7(7): 298-303.

Ambarwati R, Siti, Muis F, Susantini P. 2013. Pengaruh konseling laktasi intensif terhadap pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif sampai 3 bulan. Jurnal Gizi Indonesia; 2(1): 15-23.

Arintasari S. 2016. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas tegalrejo Yogyakarta tahun 2015. Jurnal Medika Respati; 11(2): 42-50.

Arts M, et al. 2011. Knowledge, beliefs, and practices regarding exclusive breastfeeding of infants younger than 6 months in Mozambique: a qualitative study. Journal of human lactation: official journal of International Lactation Consultant Association; 27(1): 2532.

Dinkes. 2015. Data rekapitulasi cakupan ASI eksklusif tahun 2015. Banjarbaru: Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru.

Dinkes. 2015. Laporan Pemantauan ASI Eksklusif Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2015. Banjarmasin: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

Fikawati S, Syafiq A. 2009. Penyebab keberhasilan dan kegagalan praktik pemberian ASI eksklusif. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional; 4(3): 120131.

Ibanez G, et al. 2012. Systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials evaluating primary care-based interventions to promote breastfeeding in low-income women. Family Practice; 29: 245-254.

Ichsan B, Salimo H, Soebijanto HAA. 2015. Keefektifan program kelompok pendukung ibu dalam mengubah perilaku ibu menyusui. Jurnal Kemas; 10(2): 186-194.

IDAI. 2010. Indonesia menyusui. Jakarta: IDIAI.

Kementerian Kesehatan RI. 2013. Infodatin pusat data dan informasi kementerian kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. 2013. Laporan riset kesehatan dasar tahun 2013. Jakarta.

Kholifah N. Analisis kualitatif perilaku pemberian makanan prelakteal pada bayi usia 0-6 bulan di Desa Cipucung Kabupaten Padeglang tahun 2008. Skripsi. Jakarta: Universitas Syarif Hidayatullah, 2008.

Media Y, Kasnodiharjo, Prasodjo RS, Manalu H. 2005. Faktor-faktor sosial budaya yang melatar belakangi pemberian ASI eksklusif. Jurnal Ekologi Kesehatan; 241-246.

Nurafifah D. Faktor-faktor yang berperan dalam kegagalan praktik pemberian ASI eksklusif. Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro, 2007.

Prameswari GN. 2009. Hubungan lama pemberian ASI secara eksklusif dengan frekuensi kejadian ISPA. Jurnal Kemas; 5(1): 27-33.

Purnami W. Faktor-faktor penyebab kegagalan ASI eksklusif di Kelurahan Kembang Sari Kecamatan Selong. Skripsi. Mataram: Politeknik Kesehatan, 2008.

Raharjo BB. 2014. Profil ibu dan peran bidan dalam praktik inisiasi menyusu dini ASI eksklusif. Jurnal Kemas; 10(1): 53-63.

Rhokliana, Aisyah S, Chandradevi. 2011. Hubungan sosial budaya dengan pemberian ASI pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Keruak Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Kesehatan Prima; 5(2): 765-777.

Sriningsih I. 2013. Faktor demografi, pengetahuan ibu tentang air susu ibu dan pemberian ASI eksklusif. Jurnal Kemas, 8(2): 113120.

Wibowo M. 2016. Dukungan informasi bagi ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif di Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta. Jurnal Kemas; 11(2): 96-103.

Widdefrita M. 2014. Peran petugas kesehatan dan status pekerjaan ibu dengan pemberian ASI eksklusif. Jurnal Kesehatan Masyarakat; 8(1): 40-45.

Wilar R. 2010. Indonesia menyusui. Jakarta: IDAI.

William TB. 2011. Combination formula/breastfeeding and the newborn. St. Louis: Mosby Publishing Co.

Zakaria R. 2015. Faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Tahun 2014. JIKMU; 5(2): 281-293.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.