ADAPTASI PETANI DI KALIMANTAN SELATAN

- Wahyu

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji antropologi transmigrasi, terutama tentang kemampuan adaptif transmigran di lokasi baru. Banyak transmigran  datang dari daerah dengan latar belakang budaya dan alam yang berbeda-beda, ada yang dari daerah pegunungan, daerah sulit air, maupun daerah irigasi. Penelitian ini menganalisis tiga variabel: budaya (tradisi),  motivasi, dan kemampuan dasar petani, yang diperkirakan memiliki hubungan dekat dengan kemampuan adaptif di lokasi yang baru.  Metode  penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling acak bertahap (multi stages cluster random sampling). Sampel pada penelitian berjumlah 320 yang dengan perincian 160 di sawah pasang surut dan 160 di sawah irigasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik wawancara dengan berpedoman pada daftar pertanyaan dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis faktor (komponen utama), analisis jalur dan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan adaptif  transmigran tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan hidup fisik tempat baru yang ditinggali, juga darimana mereka berasal tetapi juga oleh faktor-faktor sosial ekonomi dan budaya yang telah menjadi bagian hidup mereka.

The objective of this research is to examine the transmigration anthropology, especially about the ability of adaptive migrants in the new location. Many migrants come from areas with cultural backgrounds and of different nature, some from the mountains, the area is water, and irrigation areas. This study analyzes three variables: culture (tradition), motivation and basic skills of farmers, which is estimated to have close ties with adaptive capabilities in the new location. The research method used is quantitative research methods. What research is conducted in two districts, namely Barito Kuala district and Banjar Regency. The sampling method used in this study is multiple stages cluster random sampling. Samples in the study amounted to 320 160 with details on tidal rice fields and 160 in rice irrigation. Data collection techniques used in this study is based on the technique of interview questionnaires and observation. Analysis of the data used is a factor analysis (principal component), path analysis and product moment correlation analysis. The results showed that the ability of adaptive migrants are not only influenced by the physical conditions of the environment they live in a new place, as well as where they came from but also by socio-economic factors and the culture that has become part of their lives.

Keywords

adaption; desire; farmers’s adaptive ability; motivation; tradition.

Full Text:

PDF

References

Abdoellah, O.S. 1990. Indonesian Transmigrant and Adaption: A. Ecological Antropological Perspective. Berkeley: University of California Dissertation

Adimihardja, K. 1993. Kebudayaan dan Lingkungan. Bandung: Ilham Jaya

Alland, Jr.A., 1975. Adaption. Annual Review of Antropology

Bennet, J.W., 1996. Human Ecology as Human Beahvior. London: Transaction Publishers

Choliq, A. 1993. Dampak Irigasi Terhadap Kontribusi Faktor Produksi dan Distribusi Pendapatan Petani Di Daerah Irigasi Cihaur Sidareja Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Bandung: Disertasi UNPAD

Dharmawan, A.H. 2007. Sistem Penghidupan dan Nafkah Pedesaan: Pandangan Sosiologi Nafkah (Livelihood Sociology) Mazhab Barat dan Mazhab Bogor. Sodality: Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi dan Ekologi Manusia, 01 (02)

Elizabeth, R. 2007. Fenomena Sosiologis Metamorphosis Petani: Ke Arah Keberpihakan Pada Masyarakat Petani Di Pedesaan Yang Terpinggirkan Terkait Konsep Ekonomi Kerakyatan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 25 (1): 29–42

Hartati, P. 2008. Motivasi Migrasi Pada Transmigrasi Umum Di Unit Pemukiman Transmigrasi Pongkase Kabupaten Luwu Utara. Jurnal Agrisistem, 4 (1): 30-45

------------. 2008. Adaptasi Masyarakat Transmigran Dalam Lingkungan Sosial. Jurnal Agrisistem, 4 (2): 75-90

Garna, 1996. Sistem Budaya Indonesia. Bandung: Program Pascasarjana UNPAD

Geertz, C.1976. Involusi Pertanian. Terjemahan S. Supomo. Jakarta: Bharata KA

Ibrahim. J. 2004. Eksploitasi Ekonomi Pendudukan Jepang Di Surakarta (1942-1945). Humaniora. 16 (1): 35 – 49

Iskandar, O. 2002. Etos Kerja, Motivasi, Dan Sikap Inovatif Terhadap Produktivitas Petani. Makara, Sosial Humaniora, 6 (1)

Luthfi, A. 2010. Akses dan Kontrol Perempuan Petani Penggarap Pada Lahan Pertanian PTPN. Jurnal Komunitas, 2 (2): 9-19

Poerwanto, H. 1999. Asimilasi, Akulturasi dan Integrasi Nasional. Humaniora. 11 (3): 29–37

Purhantoro, W. 2010. Perilaku Usaha Pada Masyarakat Madura Perantauan Di Kabupaten Sleman. Jurnal Solusi, Volume 5, Nomor 2

Sahlins, M.D., 1968. Culture and Environment. Sol Tax (Ed). Chicago: Horizons of Antropology

Steward JH, 1995. Theory of Culture Change. Urbana: University of Illions Press

Syahza, A dan Khaswarina, S. 2007. Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit dan Kesejahteraan Petani Di Daerah Riau. Jurnal Sorot, 1 (2): 45-65

Tulak, P.P. dkk. 2009. Struktur Nafkah Rumahtangga Petani Transmigran: Studi Sosio-Ekonomi Di Tiga Kampung Di Distrik Masni Kabupaten Manokwari. Sodality : Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi dan Ekologi Manusia, 3 (2): 60-75

Refbacks

  • There are currently no refbacks.