PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI MATA PELAJARAN SOSIOLOGI

Noviani Achmad Putri

Abstract

Pembangunan fisik perlu diimbangi dengan pembangunan moral. Salah satu cara pembangunan moral terhadap generasi muda adalah melalui pendidikan karakter yang dilaksanakan di lembaga Sekolah Menengah Atas. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan model penanaman nilai-nilai pendidikan karakter melalui mata pelajaran Sosiologi. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 5 Semarang. Hasil penelittian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di SMA Negeri 5 Semarang dilaksanakan dengan cara diintegrasikan ke semua mata pelajaran yang ada. Penanaman nilai-nilai pendidikan karakter melalui mata pelajaran Sosiologi dapat ditinjau dari beberapa aspek, di antaranya: materi Sosiologi yang telah dianalisis nilai-nilai karakternya, RPP dan Silabus Sosiologi yang berkarakter, metode penanaman oleh guru, media pembelajaran berbasis karakter dan evaluasi penanaman nilai-nilai pendidikan karakter. Pengembangan dan penanaman nilai-nilai pendidikan karakter di SMA Negeri 5 Semarang juga dilakukan melalui penyediaan fasilitas seperti tempat ibadah, laboratorium bahasa dan budaya serta Pusat Sumber Belajar yang baik serta ditunjang dengan berbagai program sekolah mulai dari ekstra kurikuler, pengembangan budaya sekolah, wawasan wiyata mandala dan tentunya ditunjang dengan visi dan misi sekolah yang ada.

Physical development needs to be balanced with moral development. One way of moral development in young people is through character education held in institutions of senior high school. The purpose of this study is to explore the experience ​​of SMAN 5 Semarang in habituating character education  through Sociology. The research results show that character education in SMA Negeri 5 Semarang is implemented integratedly into the existing subjects. The investment of character education values through sociology courses can be viewed from several aspects, such as character values, character-based lesson plan and syllabus, character building by teachers, character-based learning media and evaluation of the investment of character education values. Development and cultivation of character education values in SMA Negeri 5 Semarang is also done through the provision of facilities such as places of worship, cultural and language labs and good Learning Resource Center, accompanied by a variety of programs ranging from extra-curricular activity, school culture development, wiyata mandala insight and of course supported by the vision and mission of the school.

Keywords

character education; sociology; senior high school.

Full Text:

PDF

References

Akrab, S. 2010. ‘Model Pembelajaran Nilai dan Karakter Berbasis Nilai-nilai Kehidupan di Sekolah Dasar: UM Press di Malang’. Dalam Jurnal Ilmu Pendidikan. 1: 46-54

Albertus, D.K. 2010. Pendidikan Karakter Strategi Mendidik Anak Di Zaman Global. Jakarta: PT Grasindo

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Petunjuk Teknis Pengembangan Silabus dan Contoh atau Model Silabus SMA/MA. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Chrisiana, W. 2005. Upaya Penerapan Pendidikan Karakter Bagi Mahasiswa (Studi Kasus Di Jurusan Teknik Industri UK Petra). Jurnal Teknik Industri. 7(1): 83-90

Fudyartanta, K. 2010. Membangun Kepribadian dan Watak Bangsa Indonesia yang Harmonis dan Intergal. Yogyakarta: Pustaka Belajar

Handoyo, E. dan Tijan. 2010. Model Pendidikan Karakter Berbasis Konservasi, Pengalaman Universitas Negeri Semarang. Semarang: UNNES dan Cipta Prima Nusantara

Insriani, H. 2011. Pembelajaran Sosiologi Yang Menggugah Minat Siswa. Jurnal Komunitas. 3(1): 108-125

Judiani, S. 2010. Implementasi Pendidikan Karakter Di Sekolah Dasar Melalui Penguatan Pelaksanaan Kurikulum. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. 16(3)

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Penetapan Angka Kredit Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah. 2005. Jakarta: Diperbanyak oleh Biro Hukum dan Organisasi

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 2006. Jakarta: Diperbanyak oleh Biro Hukum dan Organisasi

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 2006. Jakarta: Diperbanyak oleh Biro Hukum dan Organisasi

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 2006. Jakarta: Diperbanyak oleh Biro Hukum dan Organisasi

Raharjo, S.B. 2010. Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Menciptakan Akhlak Mulia: Balitbang Kemdiknas di Jakarta. Dalam Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. 3: 229-238

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2003. Jakarta: Diperbanyak oleh Biro Hukum dan Organisasi

Refbacks

  • There are currently no refbacks.