EKSPLOITASI PADA PEREMPUAN SALES PROMOTION GIRLS

Nur Afta Lestari

Abstract

Terjadi perubahan posisi perempuan yang semula hanya berada di sektor domestik, kini beralih ke sektor publik. Kondisi di perkotaan yang relatif lebih heterogen membuka peluang perempuan untuk bekerja di berbagai bidang, salah satunya adalah sales promotion girls (SPG). Dalam penelitian ini, penulis mengeksplorasi bagaimana profil SPG dan eksploitasi yang dialaminya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam pengambilan datanya. Penampilan cantik dan menarik menjadi modal utama dalam pekerjaan ini. Sales Promotion Girls pada industri rokok dan minuman  berumur sekitar 21-30 tahun dengan jam kerja sekitar 5-7 jam perhari. Alasan bekerja di bidang ini adalah bahwa bidang ini merupakan pekerjaan ringan dan tidak memerlukan pendidikan yang tinggi, walaupun di sisi lain mereka hanya mendapatkan upah yang rendah. Perempuan dalam pekerjaan ini seringkali mengalami eksploitasi fisik berupa pelecehan seksual dan eksploitasi ekonomi berupa waktu kerja yang sampai malam hari dan tidak terpenuhinya hak-hak pekerja perempuan seperti faktor keselamatan dan hak untuk cuti. Dengan kondisi seperti ini, maka perlindungan terhadap perempuan bekerja pada umumnya dan sales promotion girls pada khususnya menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.


A change in economic condition in Indonesia brings about a change of woman position, from formerly domestic sector to recently public sector. Urban areas that is relatively more heterogeneous than rural ones open opportunities for women to work in various fields, one of which is sales promotion girls (SPG). In this study, the author seeks to explore the SPG profile and the exploitation they experienced. The method used in this study are qualitative approach, with observation, interviews, and documentation. The research uncovered the following facts. Beautiful and attractive appearance becomes a priority in this work. Sales promotion girls on cigarettes and beverage industry are about 21-30 years old with working hours of about 5-7 hours per day. The reason for choosing this job is that it is an easy job and does not require higher education, although the wages is low. Women in these jobs often experience physical and sexual exploitation, also  economic exploitation of labor. They have to work until very late, andand they do not have the rights of women workers such as safety and the right to have time off. Considering these conditions, the protection of working women in general and sales promotion girls in particular become very important thing that must be considered.

Keywords

Exploitation; Sales promotion girl; Women.

Full Text:

PDF

References

Abdullah, I. 2003. Penelitian Berwawasan Gender Dalam Ilmu Sosial. Jurnal Humaniora. 15 (3): 30-45.

Asriwandari, H. & Indrikawati, Y.E. 2009. Peran Perempuan Bekerja Dalam Keluarga. Jurnal Industri Dan Perkotaan. 13 (33): 15-30.

Cahyono, I. 2005. Wajah Kemiskinan, Wajah Perempuan. Dalam jurnal Perempuan no.42 (ed) 2005. Mengurangi Kemiskinan, Dimana Perempuan. Jakarta: Yayasan jurnal perempuan.

Conyers, D. 2000. Sangkan Paran Gender: Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Fakih, M. 1995. Menggeser Konsepsi Gender Dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hagijanto, A.D. 2000. Figur Wanita Sebagai Penarik Pandang Dalam Iklan. Nirmana. 2 (1): 1-11.

Khotimah, K. 2009. Diskriminasi Gender Terhadap Perempuan Dalam Sektor Pekerjaan. Yinyang : Jurnal Gender Dan Anak. 4 (1): 158-180.

Muashomah. 2010. Analisis Labelling Perempuan dengan Teori Feminisme. Jurnal Komunitas. Vol 2 (2): 79-91.

Sagala, V. & Rozana, E. 2007. Memberantas Traffiking Perempuan Dan Anak. Bandung : Pojok 85.

Suhartini, S. 2010. Pergulatan hidup perempuan pemecah batu. Jurnal Komunitas. 2 (2): 40-49.

Sukirman, O. 2007. Teori Komunikasi Politik. Jakarta : Rajawali Press.

Supartiningsih. 2003. Peran Ganda Perempuan, Sebuah Analisis Filosofis Kritis. Jurnal Filsafat. 33 (1): 5-20.

Syamsudin. 2006. Eksploitasi Wanita dalam Perspektif Kapitalis. E-jurnal Egalita. 1 (2): 20-40.

----------------. 2004. Melacak Akar Masalah Pornografi Dan Pornoaksi Serta Implikasinya Terhadap Nilai-Nilai Sosial (Kajian Filsafat Nilai). Jurnal Filsafat. 36 (1): 10-30.

Sobur. A. 2004. Analisis Teks Dan Media Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik Dan Analisis Traming. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.