Model Pencegahan Tindak Pidana Terorisme Berbasis Adat Dalihan Na Tolu di Tapanuli Selatan

Anwar Sadat Harahap, Taufik Siregar

Abstract


Beberapa tahun terakhir telah sering terdengar melalui media elektronik tentang tindakan terorisme di Indonesia. Tindak terorisme ini muncul, karena selain kurang tegas, adil dan bermanfaatnya materi pengaturan hukum tentang pencegahan tindak terorisme, juga disebabkan oleh kurang diberdayakannya potensi masyarakat adat dalam mencegah tindak terorisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pencegahan tindak pidana terorisme berdasarkan adat Dalihan na Tolu di Tapanuli Selatan dilakukan dengan aturan yang tercantum dalam: Filosofi adat adat Dalihan na Tolu, Sipaingot, Tutur dan Uhum dohot Patik 2) Jenis sanksi yang dikenakan kepada teroris: Sappal Dila, Dibondarkon, Dipaorot sian Marga, Dipaulak Salipi Natartar, dan Uhum Hatoban.

 

Various criminal acts of terrorism continue to occur in Indonesia; even the numbers increase from year to year. These various acts of terrorism have arisen because, in addition to being less assertive, the legal provisions concerning the prevention of terrorist acts. Besides, the lack of involvement of indigenous peoples in preventing acts of terrorism as regulated in Article 43B paragraph (4) of Law Number 5 the Year 2018. This study aims to determine the role of Dalihan na Tolu adat in the prevention of criminal acts of terrorism. The research method used is empirical legal research methods. Prevention of criminal acts of terrorism carried out through the rules stated in philosophy, Sipaingot, Tutur, and Uhum dohot Poda. Then the traditional leaders' strategy in preventing the crime of terrorism is done by Providing examples of exemplary, Providing duties in maintaining security and order, Involving the community in every customary activity, and presenting children in customary activities. Furthermore, the types of sanctions imposed on terrorism offenders are: Dibondarkon sanctions (not involved in traditional activities), Sappal Dila sanctions (inviting people to eat in the same village), Dipaorot sian Huta sanctions (issued from villages), Dipaorot sian Marga sanctions (issued from the Marga), sanctions Diapaulak Salipi Natartar (returned to the communal land).


Keywords


Pencegahan; Tindak Pidana Terorisme; Adat Dalihan na Tolu, Masyarakat Batak

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Buku

Fithriatus Shalihah. (2017). Sosiologi Hukum, Depok: PT. Raja Grafindo Persada.

Hendra Maulana Sinaga. (2017). Peranan Tokoh Adat Batak dalam Meredam Tindak Kejahatan dan Pelanggaran dalam Masyarakat Adat Dalihan na Tolu di Tapanuli Selatan, Edisi I, Medan: CV. Latansa: p. 275

Ishaq. (2017). Metode Penelitian Hukum dan Penulisan Skripsi, tesis, serta Disertasi, Bandung: CV. Alfabeta.

Zainuddin Ali. (2008). Sosiologi Hukum. Cetakan 4. Jakarta: Sinar Grafika.

Jurnal

Adison Adrian Sihombing. (2018). Mengenal Budaya Batak Toba Melalui Falsafah “Dalihan na Tolu†(Perspektif Kohesi dan Kerukunan). Jurnal Lektur Keagamaan, 16(2), 350-351.

Armaidy Armawi. (2008). Kearifan Lokal Batak Toba Dalihan na Tolu dan Good Governance dalam Birokrasi Publik. Jurnal Filsafat, 18(2), 158-159.

Budi Andayani. (2002). Pentingnya Budaya Menghargai dalam Keluarga. Buletin Psikologi, X (1), 7.

Charisa Yasmine, (2017). Pelaksanaan Kewajiban Anak Terhadap Orang Tua Studi Kasus Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Khusnul Khotimah Pekanbaru Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. JOM Fakultas Hukum Universitas Riau, IV(2), 8.

Cipi Perdana. (2016). Rekonstruksi Pemidanaan Pelaku Tindak Pidana Terorisme di Indonesia. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 23(4), 697-609.

Debora Sanur L. (2018). Terorisme: Pola Aksi dan Antisipasinya. Info Singkat Kajian Singkat Terhadap Isu Aktual dan Strategis, X(10), 25.

Defri Elias Simatupang. (2017). Dalihan Natolu, a Local Wisdom as Framing of Three Pillars for Sustainability Development at Toba Lake Area. Jurnal Kebudayaan, 12(2), 95-96.

Desniati Harahap. (2016). Implikasi Sistem Kekerabatan Dalihan na Tolu (Studi pada Keluarga Urban Muslim Batak Angkola di Yogyakarta). RELIGI Jurnal Suti Agama-agama, XII(1), 127-128.

Eric Evonsus Simbolon, Aprilianti, Dianne Eka Rusmawati. (2017). Peranan Dalihan na Tolu dalam Hukum Perkawinan Adat Batak Toba. Pactum Law Journal, 1(1), 44.

Lesley Brown, Paul Wilson. (2007). Putting the Crime Back into Terrorism: The Philippines Perspective. Asian Journal of Criminology, 2(1).

Mailin, Erwan Efendi, Julhanuddin Siregar. (2018). Makna Simbolik Mangupa dalam Upacara Adat Pernikahan Suku Batak Angkola di Kabupaten Padang Lawas Utara. At-Balagh, 2(1), 92.

Muhammad Novriansyah Lubis, Hermanu Joebagio, Musa Pelu. (2019). Dalihan na Tolu Sebagai Kontrol Sosial dalam Kemajuan Teknologi. Sejarah dan Budaya, 13(1), 25-26.

Muhammad Taufik. (2017). Ideal Condition of The Criminal Justice System in an Effort to Deradicalize the Criminal Act of Terrorism to Achieve Substantial Justice. Jurnal Hukum De'rechtsstaat, 3(2), 161.

Reni Windiani. (2016). Persepsi Masyarakat Terhadap “Label†Wilayah Basis Teroris (Studi Kasus Persepsi Masyarakat Sola Raya). Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 14(1), 122.

Rosmawati Harahap and Mhd. Bakhsan Parinduri. 2017. “The Pattern of Inheritance Utterance Addresing Angkola Mandailing Society Through Biola na Mabugang Reconstruction; Culture and Language Studies.†International Journal of Asian History, Culture and Tradition 4(2): 5-6.

Ruth Novelita. (2019). Komunikasi Budaya Melalui Prosesi Perkawinan Adat pada Suku Batak Toba. Jurnal Komunikatio, 5(2), 38.

Sa`dulloh Muzammil. (2015). Upaya Pencegahan Radikalisme Agama dan Terorisme Melalui Pemelihan Tema Bahan Ajar dan Mata Kuliah English for Islamic Studies. At.Turats, 9(1), 23..

Sripsi/Tesis

Maulida Adawiyah. (2017). Berbakti Kepada Orang Tua dalam Ungkapan Al-Qur`an. Thesis, Fakultas Usuluddin dan Pemeikiran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijogo, Yogyakarta: 90.

Ria Angellina Simanjorang. 2029. Pengaruh Pemahaman Dalihan na Tolu Terhadap Prilaku Sosial Mahasiswa Batak di Kota Bandung. Thesis, Fakultas Pendidikan, Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia: 57.

Sadawi. (2019). Peran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Masyarakat Sipil dalam Mencegah Radikalisme Agama di Indonesia. Thesis, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, i.

Shinta Romaulina Nainggolan. (2011). Eksistensi Adat Budaya Batak Dalihan na Tolu pada Masyarakat Batak (Studi Kasus Masyarakat Batak Perantauan di Kabupaten Brebes). Thesis, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri, Semarang: 13-14.




DOI: https://doi.org/10.15294/pandecta.v15i2.24678

Refbacks

  • There are currently no refbacks.