Identifikasi Panasbumi Krakal dengan Menggunakan Metode Geomagnetik sebagai Informasi Pengembangan dan Pembangunan Lanjutan Daerah Berpotensi

Lela Fahmi Chaerunnisah(1), Ivan Hadi Santoso(2), Fajar Sukmaya(3), Eko Saputro(4), Diah Ika Winahyu(5), Khumaedi Khumaedi(6),


(1) Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
(2) Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
(3) Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
(4) Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
(5) Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
(6) Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Abstract

Potensi panas bumi Krakal terletak di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Fenomena panas bumi di daerah ini ditunjukkan dengan adanya mata air hangat yang terletak di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen. Untuk   memanfaatkan   potensi   panas   bumi   suatu   area   dibutuhkan   suatu   proses   penelitian   yang   bertujuan mengidentifikasi sistem panas buminya. Metode geomagnetik merupakan salah satu metode geofisika yang sering digunakan untuk survei pendahuluan pada eksplorasi panas bumi. Pengukuran geomagnetik dilakukan dengan menggunakan alat Proton Precession Magnetometer (PPM), Global Positioning Sistem (GPS), kompas geologi, log book dan meteran. Dari pengukuran di lapangan diperoleh data intensitas medan magnet total. Pengukuran intensitas medan magnet total di sekitar Pemandian Air Panas (PAP) Krakal dilakukan di titik-titik pengukuran sebagai titik-titik sampel pengambilan data geomagnetik. Titik-titik sampel pengambilan data geomagnetik dianggap mewakili seluruh populasi yaitu batuan bawah permukaan di daerah penelitian. Analisis utama terhadap data penelitian adalah anomali magnetik di sekitar Pemandian Air Panas (PAP) Krakal. Selanjutnya data anomali diinterpretasikan dengan pemodelan untuk mendapatkan struktur batuan di bawah permukaan bumi. Hasil pengolahan dan interpretasi data menunjukkan daerah penelitian termasuk dalam kelompok anomali magnetik sedang berkisar antara -120 nT  sampai 80 nT. Nilai negatif dari anomali magnetik mencerminkan efek dimineralisasi batuan sebagai akibat adanya zona temperatur tinggi, daerah ini ditafsirkan sebagai daerah prospek panas bumi.

Full Text:

PDF

References

Asikin, S., Handoyo, A., Busana, H., and Gafoer, S., 1992. Geologic Map of Kebumen Quadrangle. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Broto, S. dan T. T. Putranto. 2011. Aplikasi Metode Geomagnetik dalam Eksplorasi Panas Bumi. Teknik, 32(1): 79-87.

Gaffar, E. Z, D. D. Wardhana dan D. S. Widarto. 2007. Studi Geofisika Terpadu di Lereng Selatan G. Ungaran, Jawa Tengah, dan Implikasinya Terhadap Struktur Panas Bumi. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 8(2): 101-119.

Hadiwijoyo, Rohmad. Geothermal: A green solution. Jakarta Post Wednesday, 01/26/2011.

Himpunan Mahasiswa Geofisika 2014. Buku Panduan Geophysical 2014. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Nurdiyanto, B., Wahyudi dan I. Suwanto. Analisis Data Magnetik Untuk Struktur Bawah Permukaan Manifestasi Air Panas di Lereng Gunungapi Ungaran. Prosiding PIT ke 29 HAGI 2004 Yogayakarta.

Singarimbun, A., C. A. N. Bujung dan R. C. Fatihin. 2014. Penentuan Struktur Bawah Permukaan Area Panas Bumi Patuha dengan Menggunakan Metoda Magnetik. Jurnal Matematika dan Sains, 18(2): 39-47.

Suhartono, Nur. 2014. Pola Sistim Panas dan Jenis Geothermal dalam Estimasi Cadangan Daerah Kamojang. Jurnal Ilmiah MTG, 5(2) 1-14.

Utama, A. P., A. Dwinanto, J. Situmorang, M. Hikmi dan R. Irsamukti. 2012. Green Field Geothermal System in Java. Proceeding 1st ITB Geothermal Workshop 2012. Bandung: ITB.

Zarkasyi, A., Y. Rezky dan M. Nurhadi. 2011. Keprospekan Panas bumi Gunung Ungaran Berdasarkan Analisis Geosain Terpadu. Buletin Sumber Daya Geologi 6 (3):23-29.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Lela Fahmi Chaerunnisah, Ivan Hadi Santoso, Fajar Sukmaya, Eko Saputro, Diah Ika Winahyu, Khumaedi Khumaedi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
The journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License