KARAKTERISASI LIMBAH PENGOLAHAN KAYU SENGON SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTRNATIF

Danang Dwi Saputro(1), Widi Widayat(2),


(1) 
(2) 

Abstract

Kayu sengon merupakan bahan baku dalam industri pengolahan kayu yang limbah pengolahannya berlum tertangani secara maksimal, biasanya hanya dibuang begitu saja atau dibakar untuk menghilangkan limbah tersebut sehingga perlu dipikirkan mengenai pengolahan limbah hasil proses produksi. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan dan menganalisis karakteristik briket yang terbuat dari limbah pengolahan kayu sengon terhadap sifat kimia dan fisika dengan bahan baku murni tanpa diberi perlakuan pada bahan baku. Pembuatan briket dengan cara menimbang bahan baku sebesar 3,5 gram setiap sampel.Sebelum dilakukan pembriketan, cetakan dipanaskan terlebih dahulu sehingga temperatur cetakan menjadi 120 derajat C dengan cara mengatur termokontroler pada temperatur 120 derajat C dan temperatur bahan baku diseragamkan pada temperatur 80derajat C. Pembriketan dilakukan dengan cara pengepresan pada tekanan 200 kg/cm2, 300 kg/cm2 dan 400 kg/cm dengan waktu penahan 1 menit dan dibuat tanpa perekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa densitas naik seiring dengan naiknya tekanan kompaksi tetapi tidak berpengaruh terhadap nilai kalor briket tetapi berpengaruh terhadap energy densitas. Pembuatan briket dengan metode cetak panas mampu untuk meniadakan bahan perekat berbahan dasar air sehingga proses pembuatan briket lebih cepat, briket langsung dapat digunakan tanpa proses pengeringan dan mampu mempertahankan nilai kalor bahan baku.

Keywords

briket, sengon, cetak panas

Full Text:

PDF

References

Benk A., Talu M., Coban A., 2009, Properties of charcoal derived from hazelnut shell and the production of briquettes using pyrolytic oil, Fuel Processing Technology 90, pp. 971–979

Bhattacharya S. C., Vasakthys E I, Shrestha R.M., 1990, Two approaches for producing briquetted Charcoal from wastes and their comparison, Energy Vol. 15,No. 6, pp. 499506,1590

Blesa M.J., Miranda J.L., Izquierdo M.T., Moliner R., 2003, Curing temperature effect on smokeless fuel briquettes prepared with molasses and H PO, Fuel 82, pp. 943–947

Demirbas A., 1999, Densification characteristics of corn cobs, Energy 24, pp. 141–150

Husain Z. , Zainac Z., Abdullah Z., 2002, Curing temperature effect on mechanical strength of smokeless fuel briquettes prepared with molasses, Biomass and Bioenergy 22, pp. 505 – 509

Kaliyan N., Morey R. V., 2009, Phenolic resin binder for the production of metallurgical quality briquettes from cokebreeze: Part III the effect of the type of acidic hardeners on the quality of the formed coke and the possibility to avoid the curing stage to producemetallurgical briquettes with enough strength, Bioresource Technology 33, pp.337–359

Kaliyan N., Morey R. V., 2010, Natural binders and solid bridge type binding mechanisms in briquettes and pellets made from corn stover and switchgrass Factors affecting strength and durability of densified biomass products, Bioresource Technology 101, pp 1082–1090

Mani S, Lope G., Sokhansany S., 2004, Grinding Performance an physical properties of weat and barley straws, corn stover and switchgrass, Biomass & Bioenergy, Vol. 27, pp. 339-352

Rhen C., Gref R. Sjostrom M., Wasterlud I., 2005, Effect raw material, moisture content, densification pressure and temperatur on some properties of Norway spruce pellets, Fuel Processing Technology, vol. 87, pp. 11-16

Saputro D.D., 2009, Karakteristik pembakaran briket arang tongkol jagung, Jurnal Kompetensi Teknik, No./Vol.: 1/1, pp 15-19

Saputro D.D., Widayat W., 2007-a, Biomassa sebagai sumber energi alternatif terbarukan di Indonesia, Jurnal Profesional, Vol 5, No.2, pp. 705-716

Väquez G.V, Antorrena G., Gonzilez J., MayoJ., 1995, Lignin-phenol-formaldehyde adhesives for exterior grade plywoods, Bioresource Technology 51, pp. 187-192

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License