Abstract

Latar Belakang: Jumlah kasus balita stunting di Puskesmas Guntur I Kabupaten Demak pada tahun 2018 sebesar 376 (8,94%) dari 4.205 balita, sedangkan pada tahun 2019 mengalami peningkatan menjadi 660 kasus balita stunting (15,68%) dari 4.210 balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pola asuh balita dalam pencegahan stunting (Studi kasus di Desa Guntur, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak). Metode: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan case control. Populasi penelitian adalah balita usia 25-60 bulan sebanyak 337 balita, teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik Simple Random Sampling dan diperoleh besar sampel sebanyak 70, dengan rincian 35 sampel kelompok kasus dan 35 sampel kelompok kontrol kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher, serta instrumen yang digunakan adalah microtoise, timbangan berat badan dan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan gizi ibu (p-value 0,004), pendidikan ibu (p-value 0,004), umur ibu (p-value 0,008), status ekonomi keluarga (p-value 0,008), dukungan keluarga (p-value 0,024), dukungan petugas kesehatan (p-value 0,038) dan akses informasi kesehatan (p-value 0,025) dengan pola asuh balita dalam upaya pencegahan stunting, sedangkan nilai budaya (p-value 1,000), dukungan masyarakat (p-value 0,209) dan akses pelayanan kesehatan ibu (p-value 1,000) tidak berhubungan dengan pola asuh balita dalam upaya pencegahan stunting. Kesimpulan: pengetahuan gizi ibu, pendidikan ibu, umur ibu, status ekonomi keluarga, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan dan akses informasi kesehatan adalah faktor yang berhubungan dengan pola asuh balita dalam upaya pencegahan stunting, sedangkan nilai budaya, dukungan masyarakat, dan akses pelayanan kesehatan adalah faktor yang tidak berhubungan dengan pola asuh balita dalam upaya pencegahan stunting.


Kata kunci: Balita, Faktor Risiko, Pola Asuh, Stunting