Abstract

Latar Belakang: Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal tahun 2020 mencatat terdapat 4.324 kasus anak stunting dibawah umur 5 tahun. kecamatan Sukorejo I menempati posisi tertinggi dengan 330 kasus anak stunting. Penelitian  ini bertjuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dan pelayanan kesehatan terhadap kejadian stunting balita pada masa pandemi di Kabupaten Kendal. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu balita stunting usia 24-59 bulan. Responden berjumlah 77 orang, diambil dengan teknik simple random sampling. Variabel independen adalah pola asuh dan pelayanan kesehatan, sedangkan variabel dependen adalah stunting. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pemeliharaan kesehatan dan pelayanan kesehatan, balita diukur menggunakan microtoice. Analisis data menggunakan SPSS yaitu Chi-square dan Kolmogorov Smirnov, dengan p-value 0,05 dengan presisi 5%. dikatakan berhubungan jika p-value ≤0,05, jika lebih maka dianggap tidak berhubungan. Hasil: analisis bivariat menunjukkan bahwa pola asuh  memiliki P value sebesar P=0.002 (<0,005) sedangkan pelayanan kesehatan memiliki P value sebesar P= 0,072 (>0.005). Kesimpulan: variabel pola asuh berhubungan dengan kejadian stunting balita di Kabupaten Kendal, sedangkan variabel pelayanan kesehatan tidak berhubungan dengan kejadian stunting balitadi Kabupaten Kendal.


Kata Kunci: Balita, Pelayanan Kesehatan, Pola Asuh, Stunting.