Abstract

Latar Belakang: Keluhan MSDs paling banyak diderita oleh tenaga kerja di Indonesia, yang juga didukung oleh hasil survei yang dilakukan terhadap 482 pekerja di 12 kabupaten/kota di Indonesia. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 50 orang responden di bagian produksi pada PT.X menunjukkan bahwa 25 responden (50%) tersebut mengalami ganguan muskoloskeletal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan terjadinya keluhan musculoskeletal disorder pada pekerja bagian produksi di PT.X. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari analisis univariat dan analisis bivariat yakni menggunakan uji chi square dengan uji alternatifnya yaitu uji Fisher. Hasil: Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal disorder di PT X adalah status gizi (p value= 0,006), riwayat penyakit (p value=0,040), sikap kerja (p value=0,004), dan kualitas tidur (p value=0,007). Saran penelitian ini adalah melakukan modifikasi pada alat yang digunakan pekerja.