HUBUNGAN MASA KERJA DAN SIKAP KERJA DENGAN KEJADIAN SINDROM KARPAL PADA PEMBATIK CV. PUSAKA BERUANG LASEM

  • Cris Purwandari Mulyawati Agustin Gedung F1 Lantai 2 FIK Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
Keywords: Tenure, Work atituted, Sindrom Terowongan Karpal (STK)

Abstract

Pembatik merupakan pekerja sektor informal, dimana pada saat membatik melakukan gerakan berulang, gerakan tangan dengan kekuatan, posisi fleksi dan ekstensi, sehingga menyebabkan stress pada jaringan disekitar terowongan karpal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan masa kerja dan sikap kerja dengan kejadian STK pada pembatik CV. Pusaka Beruang.Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 68 orang. Sampel penelitian berjumlah 22 responden. Instrument penelitian berupa kuesioner dan pengukuran tes phalen. Data dianalisis dengan uji Chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan masa kerja p=0,029 dan sikap kerja p=0,031 dengan kejadian STK. Masa kerja > 4 tahun dan level sikap kerja yang tinggi mempunyai risiko STK karena terjadi stress disekitar jaringan terowongan karpal.Simpulan pada penelitian ini ada hubungan antara masa kerja dan sikap kerja dengan kejadian STK. Saran untuk pekerja diharapkan dapat melakukan istirahat secara teratur setiap 15-20 menit untuk mengurangi risiko STK.

Batik is an informal sector workers describe or designed batik with the traditional way of working. Which time both do repetitive motion, hand movements with strength, position, position the extension and flexion, hand static, thus causing stress on the network around the carpal tunnel. The purpose of this research is to know the relation tenure and working attitude with STK batik meker in CV. Pusaka Beruang. This research uses the approach of cross sectional. The population in this research is totalling 68 peoples. Sample research amounted to 22 respondents. Research Instrument in the form of questionnaires and measurement test phalen. Data were analyzed by Chi square test. The results showed that there was a relationship tenure p = 0.029 and working attitude p = 0.031 with STK events. Tenure > 4 years and a high level of work attitudes have STK risk due to stress around the carpal tunnel syndrome network.The conclusions in this study no relationship tenure and work attitude with STK. Advice for workers expected to perform regular breaks every 15-20 minutes to reduce the risk of STK.

Author Biography

Cris Purwandari Mulyawati Agustin, Gedung F1 Lantai 2 FIK Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229

Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

References

Bambang Suherman dkk, 2012, Beberapa Faktor Kerja yang Berhubungan dengan Kejadian CTS pada Petugas Rental Komputer di Kelurahan Kahuripan Kota Tasikmalaya, Tasikmalaya: Universitas Siliwangi.

BPS, 2002, Klasifikasi Buku Jenis Pekerjaan Indonesia, Jakarta: Direktorat Metodologi Statistik. Lukman, dkk., 2009, Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem Muskuloskeletal, Jakarta: Salemba Medika.

Lusianawaty Tana, 2003, Sindrom Terowongan Karpal pada Pekerja: Pencegahan dan Pengobatannya, Jurnal Kedokteran Trisakti Vol. 22 No.3.

Rudiansyah Harahap, 2003, Carpal Tunnel Syndrome, Cermin Dunia Kedokteran No. 14

Published
2014-10-17
How to Cite
Agustin, C. (2014). HUBUNGAN MASA KERJA DAN SIKAP KERJA DENGAN KEJADIAN SINDROM KARPAL PADA PEMBATIK CV. PUSAKA BERUANG LASEM. Unnes Journal of Public Health, 3(4). Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph/article/view/3893