ANALISIS SPASIAL KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE BERDASARKAN KEPADATAN PENDUDUK

  • Agcrista Permata Kusuma Gedung F1 Lantai 2 FIK Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
  • Dyah Mahendrasari Sukendra Gedung F1 Lantai 2 FIK Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
Keywords: Spasial, DHF, Spatial, Density Population, ANN Value, Spatyal Analysis, Kepadatan penduduk, GIS

Abstract

Abstrak

Puskesmas Kedungmundu merupakan wilayah endemis DBD dengan kasus yang tinggi. Diperlukan upaya dalam menentukan kebijakan strategi pengendalian vektor secara efektif dan efisien. Analisis spasial dalam SIG dapat digunakan untuk mengetahui pola penyebaran dan daerah potensi penularan DBD. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel wilayah memperhatikan proporsi sampel dengan jumlah sampel 146 responden. Pengambilan titik koordinat menggunakan GPS. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis spasial. Hasil perhitungan statistik spasial ANN diperoleh nilai Z-score = -11,054 terdapat pola spasial kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu. Nilai ANN = 0,52 < 1, artinya pola penyebaran kejadian DBD yang terjadi adalah berkerumun. Kesimpulan dalam penelitian ini sebaran kasus DBD memiliki keterkaitan secara spasial dengan kepadatan penduduk.

Abstract

Kedungmundu PHC is an endemich region with a high case. Be required to determine policy of vector control strategies effectively and efficiently. Spatial analsys in GIS can be used to determine the pattern of distribution and areas of DHF potential transmission. The type this research was analysis descriptive with cross sectional approach. The sampling technique used a sample area of attention to the proportion of the sample with 146 respondents of total sample. Capturing the coordinates used GPS. Data analisys used univariat and spatial analisys. Result of ANN obtained a Z-score= -11,054, there was a spatial pattern of dengue cases in Kedungmundu PHC. ANN value = 0,52 < 1, it meant that the pattern of DHF distribution was clustered. The conclution of this research was DHF distribution cases has spatial correlation with density population.

Author Biographies

Agcrista Permata Kusuma, Gedung F1 Lantai 2 FIK Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Dyah Mahendrasari Sukendra, Gedung F1 Lantai 2 FIK Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

References

Achmadi, Umar Fahmi, 2012, Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah, Rajawali Press, Jakarta.

Afira, Fatma dan Muchtaruddin Mansyur, 2013, Gambaran Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Gambir dan Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat Tahun 2005- 2009, eJKL, Volume I, No. 1, April 2013, hlm: 23- 29.

Ariati, Jusniar, and Athena Anwar, Model Prediksi Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Berdasarkan Faktor Iklim di Kota Bogor, Jawa Barat, Buletin Penelitian Kesehatan, Volume 42, No. 4, Desember 2014, hlm: 249-256.

Dinas Kesehatan Kota Semarang, 2015, Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang, Semarang.

Kusumadewi, Sri, dkk, 2009, Informatika Kesehatan, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Munsyir, Mujida Abdul dan Ridwan Amiruddin, 2010, Pemetaan dan Analisis Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan, FKM UNHAS, Makassar.

Puspitasari, Rheni and Irwan Susanto, 2011, Analisis Spasial Kejadian Demam Berdarah Dengue di Sukoharjo Jawa Tengah dengan Menggunakan Indeks Moran, Prosiding dengan tema Matematika dan Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran, ISBN: 978-979-16353-6-3, FMIPA UNS, S-8, 3 Desember, 2011, hal: 67-77.

R., Naim M., Spatial-Temporal Analysis for Identification of Vulnerability to Dengue in Seremban District Malaysia, International Journal of Geoinformatics, Volume X. No. 1, Maret 2014, hlm: 31- 38.

Rahayu, Misti, Tri Baskoro, and Bambang Wahyudi, Studi Kohort Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue, Berita Kedokteran Masyarakat, Volume 25, No. 4, Desember 2010, hlm:163-170.

Riyadi, Akhmad, Hasanuddin Ishak, dan Erniwati Ibrahim, 2012, Pemetaan Densitas Larva Aedes Aegypti Berdasarkan Tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD di Kelurahan Ballaparang Kecamatan Rappocini Kota Makassar Tahun 2012, FKM UNHAS, Makassar.

Ruliansyah, Andri, 2010, Perspektif Informasi Keruangan (Geospasial) dalam Melihat Fenomena Demam Berdarah Dengue, Aspirator, Volume 2, No. I, 2010, hlm: 17-22.

Ruliansyah, Andri, Totok Gunawan, and Sugeng Juwono M, Pemanfaatn Citra Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi untuk Pemetaan Daerah Rawan Demam Berdarah Dengue (Studi Kasus di Kecamatan Pangandaran Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat, Aspirator, Volume 3, No. 2, 2011, hlm: 72-81.

Setyaningsih, Wiwik, and Aditya Setyawan, Pemodelan Sistem Informasi Geografi (SIG) pada Distribusi Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen, Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan, Volume 3, No. 2, November 2014, hlm: 106-214.

Wati, Widia Eka, Dwi Astuti, and Sri Darnoto, Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Ploso Kecamatan Pacitan Tahun 2009, Jurnal Vektora, Volume lll, No. 1, hlm: 22-34.

Published
2016-01-17
How to Cite
Kusuma, A., & Sukendra, D. (2016). ANALISIS SPASIAL KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE BERDASARKAN KEPADATAN PENDUDUK. Unnes Journal of Public Health, 5(1), 48-56. https://doi.org/10.15294/ujph.v5i1.9703