The Effectiveness of Reality Cybercounseling in Improving Senior High School Students’ Academic Honesty

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abi Fa'izzarahman Prabawa
Eni Rindi Antika

Abstract

Munculnya plagiarisme, mencontek saat ujian, mengopi tugas, dan semua tindakan yang tidak jujur dalam akademik menjadi perhatian khusus. Perilaku tidak jujur tersebut membawa dampak yang tidak baik bagi diri siswa bahkan menjadi kepribadian yang dibawa sampai dewasa. Menyikapi kondisi tersebut dan memperhatikan perkembangan IPTEK, maka aplikasi andorid cybercounseling dikembangkan sebagai alternatif bantuan. Tujuan penelitian ini untuk menguji efektivitas cybercounseling realita dalam meningkatkan kejujuran akademik siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Uji efektifitas menggunakan Single Subject Design (SSD). Subjek penelitian adalah enam siswa SMA di tiga sekolah kota malang yang memiliki kejujuran akademik rendah. Skala kejujuran akademik digunakan untuk mengukur tingkat kejujuran akademik siswa. Skala kejujuran akademik menggunakan modifikasi skala HEXACO (Asthon, et al. 2014) yang dielaborasi dengan pendapat Tomey (2013) dan Stevenson et al. (2006). Subjek penelitian diberikan intervensi berupa cybercounseling realita dengan empat langkah kerja, yaitu: want, do, evaluation, dan plan (WDEP). Instrumen yang digunakan dalam penelitian, di antaranya: pedoman wawancara dan skala psikologis. Hasil analisis dalam kondisi pada enam grafik SSD menunjukkan kecenderungan stabilitas dalam kategori stabil. Analisis antar kondisi menunjukkan persentase overlap 0%, yang artinya bahwa intervensi berpengaruh pada kejujuran akademik.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Prabawa, A., & Antika, E. R. (2021). The Effectiveness of Reality Cybercounseling in Improving Senior High School Students’ Academic Honesty. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 10(2), 35-47. https://doi.org/10.15294/ijgc.v10i2.47504

References

Anderman, E. & Murdock, T. (2007). Psychology of Academic Cheating. USA: Academic Press.Inc.
Asthon, M., Lee, K., & Vries, R. (2014). The HEXACO Honesty-Humility, Agreeableness, and Emotionality Factors: A Review of Research and Theory. Personality and Social Psychology Review, 18(2), 139-152.
Azwar, S. (2005). Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bloom, J & Walz, G. (2004). Cybercounseling & Cyberlearning: An Ancore. Greensboro: CAPS Press.
BNSP. (2015). Data dan Fakta Ujian Nasional. Buletin Badan Standar Nasional Pendidikan, 10(2), 14.
Burdenski, T. & Wubbolding, R. (2011). Extending Reality Therapy with Focusing: A Humanistic Road for the Choice Theory Total Behavior Car. International Journal of Choice Theory and Reality Therapy: An On-Line Journal, XXXI(1), 14-30.
Darimun. (2009). Cybercounseling sebagai Upaya Peningkatan Keefektifan Layanan Bimbingan dan Konseling pada Siswa Kelas XI RPL SMK Negeri 1 Purbalingga. Jurnal DIDAKTA, 1(2), 1-12.
Davis, S & Ludvigson. (1995). Additional Data on Academic Dishonesty and a Proposal for Remediation. Teaching of Psychology, 22(1), 119-121.
Friyatmi. (2011). Faktor-faktor Penentu Perilaku Mencontek di Kalangan Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNP. Tingkap, 7(2), 173-188.
Gambescia, S.F. (2007). Best Practice Protocol for Handling Academic Honesty Issues with Adult Students. The Journal of Continuing Higher Education, 55(1), 47-55.
Ginting, R.L & Gulo, R. (2017). Upaya Meningkatkan Sikap Positif Siswa Melalui Konseling Individu dengan Teknik Realitas di Kelas V SDN 074046 Lolofitu. Jurnal Psikologi Konseling, 11(2), 96-109.
Glasser, W. (1998). Choice Theory: A New Psychology of Personal Freedom. New York: HarperCollins Publishers.
Hidayah, N. (2015). Cognitive-Behavioraal Cybercounseling to Improve Junior High School Student’s Self-Regulated Learning. International Journal of Academic Research, 7(4), 241-243.
Ibuot, U.P. (2020). Attitude Components And Their Influence On Communication. AJPSSI, 23(2), 154-164.
Irsyad, H. (2016). Aplikasi Android dalam 5 Menit. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Khodaie, E., Moghadamzadeh, A., & Salehi, K. (2011). Factors Affecting the Probability of Academic Cheating School Students in Tehran. Procedia: Social and Behavioral Sciences, 29(1), 1587-1595. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2011.11.401.
Koellhoffer, T. (2009). Character Education: Being Fair and Honest. New York: Infobase Publishing.
Koss, J. L. (2011). Academic Dishonesty Among Adolescent. (Tesis, University of Winsconsin-Stout). Uwstout. http://www2.uwstout.edu/content/lib/thesis/2011/2011kossj.pdf.
Mahira, dkk. (2013). Implementasi Nilai Kejujuran dalam Pendidikan Anti Korupsi Pada Pembelajaran Pkn di SMPN 3 Malang. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang, 2(1), 1-13.
Mallen, M., Vogel, D., Rochlen, A., & Day, S. (2005). Online counseling: Reviewing the Literature from A Counseling Psychology Framework. E-Journal of The Counseling Psychologist, 33(6), 819-871.
Musthapa, R. (2016). Ketidakjujuran Akademik dalam Kalangan Mahasiswa Muslim di Malaysia: Analisis Perbandingan Tahun 2014-2015. Jurnal Kurikulum & Pengajaran Asia Pasifik, 4(1), 14-55.
Musyarofah. (2014). Efektivitas Konseling Realita untuk Menurunkan Perilaku Tidak Bertanggung Jawab Siswa dalam Belajar (Skripsi). Universitas Negeri Malang.
Nofiyanti, I. (2011). Keefektifan Bibliokonseling untuk Mengembangkan Kesadaran Akan Kejujuran Siswa SMP (Skripsi). Universitas Negeri Malang.
Nursalam, Bani, S., & Munirah. (2013). Bentuk Kecurangan Akademik (Academic Cheating) Mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alaudin Makassar. Lentera Pendidikan, 16(2), 127-136.
Prabawa, A. F., Ramli, M., & Fauzan, L. (2018). Pengembangan Website Cybercounseling Realita untuk Meningkatkan Keterbukaan Diri Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 3(2), 59–68. https://doi.org/10.17977/um001v3i22018p059.
Qudsy, H., Sholeh, A., & Afsari, N. (2018). Upaya untuk Mengurangi Ketidakjujuran Akademik pada Mahasiswa melalui Peer Education. INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi, 4(1), 77-100. https://doi.org/10.32697/integritas.v4i1.
Rachman, S. (2016). Peran Guru BK dalam Pengembangan Profesional Guru di Jawa Timur. Prosiding, Seminar Nasional BK yang diselenggarakan Jurusan BK FIP UM, tanggal 26 September 2016. Malang: UM.
Rasyidah, U.H., Pratiwi, R., Sulur. (2011). Pengembangan Karakter Tanggung Jawab, Kejujuran, Tekun/Gigih dan Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Fisika Matematika II Melalui Perkuliahan Terpadu. Prosiding, Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA yang diselenggarakan oleh Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta, tanggal 14 Mei 2011. Yogyakarta: UNY.
Rooney, J. (2003). Blended Learning Opportunities to Enhance Educational Programming and Meetings. Association Management, 55(5), 26-32.
Runtukahu, T. (2013). Analisis Perilaku Terapan Guru. Jogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Rusdiantie. (2014). Penerapan Konseling Kelompok Realita Untuk Meningkatkan Perilaku Disiplin Siswa Kelas VIII-F SMP Negeri 1 Balongbendo. Jurnal BK UNESA, 5(1), 1-8.
Samani, M. & Hariyanto. (2012). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Stevenson, N., Boysen, C., & Pines, S. (Ed.). (2006). Young Person’s Character Education Handbook. Otis Avenue: JIST Publishing, Inc.
Sugiarti. (2015). Model Pembelajaran Kimia Kontekstual Berbasis Lingkungan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Kejujuran Akademik Siswa SMP. Journal of EST, 1(1), 75-87.
Sunanto, J., Koji, T., & Hideo, N. (2005). Pengantar Penelitian dengan Subjek Tunggal. Jepang: Criced University of Tsukuba.
Supraptiningrum & Agustini. (2015). Membangun Karakter Siswa melalui Budaya Sekolah di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 5(2), 219-228.
The Center of Academic Integrity. (1999). The Fundamental Values of Academic Integrity. USA: Duke University.
Tomey, J. (2013). Sincerity Vs Hypocrisy. Monthly Educator Bulletin, 3(1), 1-13.
Whitley, B. & Spiegel. (2001). Academic Integrity as an Institutional Issue. Ethics & Behavior, 11(3), 325-342.
Widodo, B. (2010). Keefektifan Konseling Kelompok Realitas Mengatasi Persoalan Perilaku Disiplin Siswa di Sekolah. Widya Warta, 34(2), 87-122