PERBEDAAN START PIKE DIVE DAN START FLAT DIVE TERHADAP KEMAMPUAN START PADA ATLET RENANG AMURWA TIRTA CLUB (ATC) PATI

  • Gunawan - Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Hadi Setyo Subiyono Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Sugiarto - Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Keywords: Start Pike Dive, Start Flat Dive, The Crawl Style,

Abstract

Tujuan dari penelitian ini: 1) Mengetahui perbedaan hasil latihan Strat Pike Dive dan Start Flat Dive terhadap kemajuan waktu start pada atlet renang ATC Pati, 2) Mengetahui manakah yang lebih baik antara Start Pike Dive dan Start Flat Dive terhadap kemajuan waktu start pada atlet renang ATC Pati. Populasi penelitian ini adalah atlet perkumpulan renang Amurwa Tirta Club (ATC) Pati tahun 2013 yang berusia 8-14 tahun yang berjumlah 20 orang. Untuk cara pengambilan sampel digunakan total sampel yaitu pengambilan sampel secara keseluruhan yang berusia 8-14 tahun. Setelah dilakukan tes awal kemudian menyamakan atau menyeimbangkan kedua kelompok tersebut dengan cara subjeck matching ordinal pairing dengan rumus AB BA, dimana A disebut kelompok eksperimen 1, dan B kelompok eksperimen 2. Kelompok eksperimen 1 diberi latihan start pike dive dengan menggunakan renang gaya bebas dan kelompok eksperimen 2 diberi latihan start flat dive dengan menggunakan renang gaya bebas. Masing-masing kelompok diberi perlakuan sebanyak 40 kali pertemuan dengan 5 kali pertemuan per minggu. Hasil tes akhir dianalisis dengan menggunakan analisis statistik dengan rumus T-tes dengan signifikasi α 0,05. Data hasil penelitian menunjukkan rata-rata rata-rata jauh luncuran start renang sebelum latihan start pike dive 3,06 meter dengan standart deviasi 0,29, dari 10 atlet yang mengikuti tes tersebut luncuran yang paling jauh 3,50 meter dan luncuran yang paling pendek 2,50 meter. Sedangkan rata-rata jauh luncuran start renang sebelum latihan start flat dive 3,05 meter dengan standart deviasi 0,29, dari 10 atlet yang mengikuti tes tersebut luncuran yang paling jauh 3,40 meter dan luncuran yang paling pendek 2,80 meter. Setelah mengikuti latihan start pike dive rata-rata jauh luncurannya 3,06 meter, dengan standart deviasi 0.291, luncuran paling jauh 3,50 meter dan luncuran paling pendek 2,50 meter. Pada tabel 4.2 juga menunjukkan setelah mengikuti latihan start flat dive rata-rata jauh luncurannya 3,03 meter dengan standart deviasi 0,24, dari 10 atlet yang mengikuti tes tersebut luncuran yang paling jauh 3,40 meter dan luncuran yang paling pendek 2,50 meter. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil simpulan bahwa setelah melakukan latihan selama 40 kali pertemuan terbukti latihan start pike dive maupun start flat dive hasilnya sama-sama baik dilakukan untuk menunjang keberhasilan dalam suatu perlombaan.

The objectives of this research are: 1) to know the differences of the result of Start Pike Dive ad Start Flat Dive toward the free-style swimming ability of the ATC swimming athletes, 2) to compare which one is better between the former and the latter toward the free-style swimming ability of the ATC swimming athletes. The population of the research is Amurwa Tirta Club (ATC).  It’s a swimming athlete community with 20 people of 8-14 years old. The researcher uses the whole sample population as the method used. After conducting the pre-test and then comparing the both groups with the subject matching ordinal pairing method, with the AB BA formula where A is the experimental group 1 and B is the experimental group 2, the researcher gives the A the start pike dive exercise using the free-style swimming, while B is given the start flat dive using the same style of swimming. Each group is given 5 meeting a week for 8 weeks. The final result of the test is analyzed statically with the T-test formula and the significance is α 0,05. The result of the research data shows the average swimming time passing 50 meters before having the start pike dive exercise is 47,97 seconds with the standard deviation of 6.63; the fastest time is 37,02 and the longest is 59,10 seconds. In other hand, the average time taken for passing 50 meters before the start flat dive exercise is 40,07 seconds with the standard deviation of 8.01; the fastest time is 34,98 and the longest one is 58,21 seconds. Based on the research, the researcher concludes that having 40 meetings of start pike dive exercise is better to improve the ability of free-style swimming than the start flat dive exercise. Even so, both the start pike dive and start flat dive are effective to improve the speed of the free-style swimming. Both of them can be variation in having swimming exercises.

References

David, Heller, 2008. Belajar Berenang. Bandung: Pionir Jaya.

Dewayani, 2008. Belajar Renang. Semarang: Aneka Ilmu.

Indik, Karnadi dan Sumarno, 2009. Renang. Jakarta: Universitas Terbuka.

Soejoko, Hendromartono, 1992. Olahraga Pilihan Renang. Jakarta: Depdikbud.

How to Cite
-, G., Subiyono, H., & -, S. (1). PERBEDAAN START PIKE DIVE DAN START FLAT DIVE TERHADAP KEMAMPUAN START PADA ATLET RENANG AMURWA TIRTA CLUB (ATC) PATI. Journal of Sport Science and Fitness, 3(4). https://doi.org/10.15294/jssf.v3i4.6273
Section
Articles