Analysis of Air Particulate Quality and Respiratory Health Impact in Aceh Border 2025

Authors

  • Aulya Fazira Universitas Teuku Umar Author
  • Kiswanto Author
  • Wintah Universitas Teuku Umar Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/jese.v6i2.25454

Keywords:

Air pollution, Nagan Raya, Aceh Barat, Air quality standards, HT-9600

Abstract

Air pollution is the leading cause of environment-related deaths globally, with 8.3 million fatalities in 2017. Indonesia, as one of the largest contributors to air pollution, faces challenges in managing air quality, particularly in industrial and high-traffic areas. This study analyzes air quality at the border of Nagan Raya and West Aceh Regencies and its impact on community respiratory health. A mixed-method approach was used, including PM2.5 and PM10 measurements at eight strategic locations and in-depth interviews with residents and stakeholders.

The results indicate that PM2.5 and PM10 concentrations are mostly within safe limits according to WHO and national air quality standards. However, some locations in West Aceh exceed the threshold, particularly within 100–300 meters of pollution sources. Transportation and industry are the main contributors, with greater health impacts observed during the dry season. Acute Respiratory Infections (ARI) are the most prevalent diseases, with higher cases in Nagan Raya despite lower pollution levels, suggesting other influencing factors such as population density and environmental sanitation.

In conclusion, although air quality is generally within safe limits, significant health risks remain. Mitigation efforts such as tree planting, road spraying, and intensive air quality monitoring are necessary.

 

References

Abidin, A. U., Henita, N., Rahmawati, S., & Maziya, F. B. (2021). Analisis Risiko Kesehatan Paparan Debu Terhadap Fungsi Paru Pada Pekerja Di Home Industry C-Max. Jurnal Sains &Teknologi Lingkungan, 13(1), 34–39. https://doi.org/10.20885/jstl.vol13.iss1.art3

Ananda, M. Y., SA, S., Azwar, Reynaldi, F., & Farisni, T. N. (2021). Analisis Dampak Paparan Debu Akibat Pembangunan Pltu 3 Dan 4 Nagan Raya Terhadap Kesehatan Masyarakat Di Desa Suak Puntong Kabupaten Nagan Raya. Jurnal Jurmakemas, 1(2), 31–47.

Anandari, A. A., Wadjdi, A. F., & Harsono, G. (2024). Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Kesiapan Pertahanan Negara di Provinsi DKI Jakarta. Journal on Education, 6(2), 10868–10884. https://doi.org/10.31004/joe.v6i2.4880

Anggie Meidyana. (2023). Polusi Udara Penyebab Kematian Kelima Tertinggi di Indonesia. In MetroTV Knowledge to Elevate.

Badan Pusat Statistik Indonesia. (2022). Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenis - Tabel Statistik - Badan Pusat Statistik Indonesia.

BBC Indonesia. (2023). Indonesia masuk “enam negara paling berkontribusi terhadap polusi udara global”, warga akan gugat pemerintah dan industri. In BBC Indonesia (p. 1). https://www.bbc.com/indonesia/articles/c72enp76622o

BMKG. (2023). Informasi Konsentrasi Partikulat (PM2.5). In Bmkg.Go.Id (p. 1). https://www.bmkg.go.id/kualitas-udara/informasi-partikulat-pm25.bmkg

Dewi, A. P. (2023). Dokter_ Lebih dari 123 ribu meninggal per tahun akibat polusi udara - ANTARA News.

Fadila, F. N., & Siyam, N. (2022). Faktor Risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Anak Balita. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 6(4), 320–331. https://doi.org/10.15294/higeia.v6i4.56803

Fathori, F. (2023). Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Dampak Pembangunan ‎Infrastruktur Pada Pertumbuhan Ekonomi Lokal. Multifinance, 1(1), 20–30. https://doi.org/10.61397/mfc.v1i1.15

Garmini, R., & Purwana, R. (2020). Polusi Udara Dalam Rumah Terhadap Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada Balita di TPA Sukawinatan Palembang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(1), 1. https://doi.org/10.14710/jkli.19.1.1-6

Geneva: World Health Organization. (2021). WHO global air quality guidelines. Particulate Matter (PM2.5 and PM10), Ozone, Nitrogen Dioxide, Sulfur Dioxide and Carbon Monoxide, 1–360.

Gobel, B., Grace, D. K., & Afnal, A. (2021). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Ispa Pada Balita Di Desa Ratatotok Timur. Jurnal KESMAS, 10(5), 62–67.

IQAir. (2022). Apakah kematian oleh polusi udara meningkat secara global? https://www.iqair.com/id/newsroom/are-deaths-by-air-pollution-rising-globally

Jakarta Rendah Emisi. (2021). Transportasi dan Industri Pengolahan Menjadi Kontributor Terbesar Polusi Udara di Jakarta. In Jakarta Rendah Emisi. https://rendahemisi.jakarta.go.id/article/41/transportasi-dan-industri-pengolahan-menjadi-kontributor-terbesar-polusi-udara-di-jakarta

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2022). SLHI_2022_upload_final_77f9948571. In Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia 2022 olh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia .

Laksono, S., & Afiyani, N. (2023). Polusi Udara Dan Penyakit Kardiovaskular: Tinjauan Pustaka. Menara Medika, 6(1), 55–64. https://doi.org/10.31869/mm.v6i1.4696

Lee, K., & Greenstone, M. (2021). Polusi Udara Indonesia dan Dampaknya Terhadap Usia Harapan Hidup. Air Quality Life Index, September, 1–11. https://aqli.epic.uchicago.edu/wp-content/uploads/2021/09/AQLI_IndonesiaReport-2021_IND-version9.7.pdf

Mardili. (2024). Praktik Co-firing PLTU_ Bagaimana Dampak Bagi Kesehatan Warga Suak Puntong, Aceh_ - Mongabay. mongabay.id. https://www.mongabay.co.id/2024/09/24/praktik-co-firing-pltu-bagaimana-dampak-bagi-kesehatan-warga-suak-puntong-aceh/

Martahan, R., Rumaolat, W., Rumaolat, W., Rumbia, J., & Rumbia, J. (2020). Gambaran Perilaku Pertolongan Pertama Ibu pada Balita dengan Gejala ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Kairatu Tahun 2019. Global Health Science (Ghs), 5(3), 163. https://doi.org/10.33846/ghs5313

National meteorological and geophysical service of Indonesia. (2024). Informasi Kualitas Udara Indonesia | Informasi Iklim BMKG. https://iklim.bmkg.go.id/id/kualitas-udara-indonesia/

Nıcky, A. (2019). Indonesia peringkat empat dunia dengan angka kematian tinggi akibat polusi. In Anadolu Agency (p. 1). https://www.aa.com.tr/id/nasional/indonesia-peringkat-empat-dunia-dengan-angka-kematian-tinggi-akibat-polusi-/1685070

Puspitasari, R. D. dan Fauziah, S. (2023). Faktor Risiko Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan di Indonesia. October, 1–10.

Putri, E. S., & Sriwahyuni, S. (2022). Analysis Of Acute Respiratory Infection Trends in the High-risk Zone of Exposure to Coal Dust in Meulaboh. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(1), 34–42. https://doi.org/10.14710/jkli.21.1.34-42

Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, 1, 1–5.

Sarinah Basri K. et al. (2022). Teori Kesehatan Lingkungan (Issue March).

Syahputri, J. (2023). Dampak Polusi Udara dari Transportasi terhadap Kesehatan di Indonesia. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian PPN/Bappenas, 1, 5.

Yulaekah, S., Adi, M. S., & Nurjazuli. (2007). Pajanan Debu Terhirup dan Gangguan Fungsi Paru pada Pekerja Industri Batu Kapur (Studi di Desa Mrisi Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan). Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 6(1), 24–32.

Yusrianti. (2018). Studi Literatur Tentang Pencemaran Udara Akibat Kendaraan di Kota Surabaya. 1(1), 11. http://www.jawapos.com/baca/artikel/9796

Downloads

Published

2026-09-30

Article ID

25454