Pengaruh Psychological Demand, Job Control, Social Support, dan Occupational Identity terhadap Turnover Intention melalui Organizational Commitment sebagai Variabel Moderasi (Studi pada Karyawan Operator Produksi Generasi Z PT Sari Warna Asli 2 Boyolali)
Keywords:
Turnover Intention, Psychological Demand, Job Control, Social Support, Occupational Identity, Organizational CommitmentAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh psychological demand, job control, social support dan occupational identity terhadap turnover intention secara langsung dengan bantuan organizational commitment sebagai moderasi pengaruh psychological demand, job control, social support dan occupational identity terhadap turnover intention. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dan pengambilan sampel dilakukan melalui teknik simple random sampling. Populasi penelitian ini yaitu karyawan operator produksi PT Sari Warna Asli 2 Boyolali sejumlah 650 karyawan. Sedangkan, total sampel yang digunakan sebanyak 100 responden berdasarkan perhitungan rumus Slovin. Penelitian dilakukan dengan cara metode wawancara dan penyebaran kuesioner pada karyawan operator produksi generasi z. Alat yang digunakan adalah Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) versi 4.1. Hasil penelitian menunjukan bahwa psychological demand, job control, occupational dan organizational commitment berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Social support tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Selanjutnya, organizational commitment sebagai variabel moderasi tidak terbukti memoderasi pengaruh psychological demand, job control, social support dan occupational identity terhadap turnover intention. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diberikan adalah PT Sari Warna Asli 2 Boyolali perlu memeperjelas instruksi kerja, memberikan kepercayaan lebih, membangun komunikasi efektif, dan memperluas program pengembangan karier bagi karyawan. Sedangkan, bagi penelitian selanjutnya disarankan mengganti peran variabel organizational commitment menjadi variabel mediasi.